Curhat Muslimah: Ibu Mertua Tanggung Jawab Suami?


Apakah benar jika ibu mertua masih tanggung jawabnya suami?  Saat ini beliau sedang sakit.  Banyak anak perempuannya tetapi tidak mau mengurus.  Akhirnya suami yang mau urus.  Apakah anak-anak perempuannya yang tidak mau mengurus itu berdosa?

_Hamba Allah_


Jawab: 
Bila seseorang setelah menikah, maka otomatis bertambah orang tuanya.  Orang tua pasangan kedudukannya sama seperti orang tua kandung sendiri.  Sebaiknya tidak dibeda-bedakan dalam bersikap terhadap mereka. Allah SWT sudah memerintahkan secara jelas kepada manusia untuk senantiasa berbuat baik dan berbakti kepada ibu bapaknya. Perintah ini tercantum dalam Alquran surat Al-Isra ayat 23 yang artinya:


Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Jadi, seorang menantu wajib menghormati dan berbakti kepada orang tua pasangannya.  Adapun mengenai siapa yang paling berhak pada diri suami, urutannya adalah ibu kandungnya, ayah kandung, istri, dan anak-anak.  Jadi otomatis ibu mertua masih menjadi tanggung jawab suami, namun tentu saja pelaksanaannya tidak saklek, selama masih ada anak-anak yang lain bisa ikut membantu maka bisa dilakukan secara bersama-sama, bergiliran. 


 Di satu pihak ibu suami paling layak suami hormati dan dahulukan, namun di lain pihak anak dan istri adalah tanggung jawab langsung suami yang tak bisa diwakilkan.
Tentang istri, baginya yang layak ia ia hormati pertama adalah suaminya, kemudian ibunya dan ayahnya. Sedang tentang siapa yang paling butuh padanya maka pertama suami, anak dan seterusnya ke keluarganya sendiri baru keluarga suami. Jadi, hubungan kita ke mertua adalah hubungan tidak langsung, bersebab hubungan pasangan hidup kita dengan orang tuanya itu.

Dalam kasus yang ditanyakan, anak-anak yang lain tidak mau mengurus ibunya, hal ini tentu saja berdosa bagi seorang anak.  Berbahagialah suami mau mengurus ibunya sebagai bukti bakti terhadap orang tuanya.  Sebagai seorang istri, tentu saja harus membantu dan mendorong suami untuk melaksanakan kewajiban mengurus ibunya.  Dan baik sekali bila dapat juga mengingatkan dan menyadarkan kepada para ipar untuk mau juga memperhatikan dan ikut membantu mengurus ibunya.