Cinta seorang ayah adalah pengorbanan yang tak kenal lelah. Begitu pula cinta yang Pak Sudibyo tunjukkan untuk keluarganya. Ditengah keterbatasan fisiknya, seorang ayah difabel ini tetap menunjukkan semangat yang luar biasa untuk menghidupi keluarganya.
Pak Sudibyo adalah contoh nyata semangat juang tanpa batas. Sejak kecil beliau mengalami kelumpuhan akibat polio, hingga saat ini mobilitasnya terbatas sehingga ia harus merangkak. Tidak hanya Pak Sudibyo, sang istri pun seorang penyandang difabel akibat kecelakaan.
Dengan bekal keterampilannya memperbaiki elektronik khususnya handphone, beliau berusaha menyambung hidup. Namun alat-alat yang dimilikinya pun cukup terbatas, sehingga penghasilannya tak menentu dan terkadang sepi.
Untuk mendukung aktivitas hariannya, Pak Sudibyo mengandalkan motor roda tiga. Namun, motor yang telah usang ini sering mengalami kerusakan, bahkan pernah mengalami kecelakaan hingga rodanya patah karena kondisinya yang sangat tua. Sebelumnya, beliau memiliki motor hasil tabungan, tetapi sayangnya motor tersebut hilang dicuri sebelum sempat dimodifikasi menjadi roda tiga.
“Meskipun sulit, namun akan dihadapi dengan sabar dan ikhlas, karena saya yakin Allah akan selalu tolong kami,” tambahnya.
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar