Mengenal Manfaat Biji Chia

Akhir-akhir ini banyak orang yang beralih menyantap makanan organik. Makanan organik dinilai sehat karena tidak menggunakan pestisida untuk tanaman maupun suntik antibiotik untuk hewan. Salah satu bahan makanan organik yang sedang populer adalah biji chia (chia seeds). 


Apa itu biji chia?


Sepintas, biji yang berasal dari tanaman Salvia hispanica L. ini mirip biji selasih. Rasanya cenderung hambar. Menyantap biji chia bisa dicampur dengan minuman (dengan direndam terlebih dahulu) atau makanan. 


Biji yang berasal dari tanaman yang tumbuh di Meksiko dan Amerika Selatan ini dipercaya banyak memiliki manfaat kesehatan. Kandungan yang bebas gluten (gluten-free) membuat biji chia aman dikonsumsi oleh orang yang alergi gluten. 


Selain itu, dikutip dari hellosehat.com, kandungan asam lemak omega 3 mampu menurunkan trigliserida dan kolesterol yang kemudian dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah penyakit jantung, membantu tubuh mengatasi radang, kardioprotektif  (melindungi jantung) dan hepatoprotektif (melindungi liver), membantu tubuh mengatasi diabetes, serta melindungi tubuh dari kondisi radang persendian, auto immune disease, dan kanker.


Biji chia juga kaya nutrisi. Dilansir dari healthline.com, dalam 28 gram atau dua sendok makan (1 ounce) biji chia terkandung 11 gr serat, 4 gr protein, 9 gr lemak (5 gr diantara omega-3s), kalsium (18 persen dari AKG), mangan (30 persen dari AKG), magnesium (30 persen dari AKG), fosfor (27 persen dari AKG), zinc, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, dan potassium.  
Kandungan kalorinya juga cukup rendah. Dalam takaran yang sama, hanya terkandung 137 kalori serta satu gram karbohidrat yang bisa dicerna. 


Bagi Anda yang tertarik mencoba, biji chia bisa bisa dimakan langsung atau dicampurkan ke dalam masakan. Biji chia juga cocok dijadikan pelengkap dan pemanis dessert Anda. 

Sumber: healthline.com
hellosehat.com

Sumber foto: bakeryandsnacks.com