Curhat Muslimah: Suami Punya Anak dari Selingkuhan

Assalamu’alaikum Teteh, suami saya selingkuh sampai dia punya anak dari selingkuhannya. Padahal, dari saya dia pun sudah punya anak. Setelah ketahuan berselingkuh, dia jadi mudah marah. Apalagi saat saya bertanya tentang kasus yang dialaminya. Haruskah saya minta cerai? Terima kasih.

(0812-24xxxxx)

 

Wa’alaikumussalam wr.wb. Tidak mudah bagi seorang istri untuk menghadapi cobaan berat semacam ini. Perlu ketahanan mental dan kesabaran ekstra. Bagaimana tidak, dalam keadaan “emosional yang memuncak”, dia dituntut untuk bersikap bijak terhadap perilaku suami yang telah menyakitinya dengan perselingkuhan dan kebohongan, dan amarah-amarahnya.

 

Saran Teteh:

Ketika istri mengajak berdialog membahas perkara ini, biasanya suami lebih memilih bungkam dan tidak memberikan penjelasan apa-apa karena dia sendiri pun bingung. Jika suami menceritakan kebenarannya, dia takut menyakiti istrinya. Jika berbohong pun, dia sadar kalau hal itu dosa. Akhirnya, suami jadi mudah marah.

 

Maka, istri harus memilih saat yang tepat. Jika dirasa belum menemukannya, berdialog saja dulu dengan Allah SWT. Lakukan salat sunnah dan berdoalah kepada Allah agar Dia memberikan kekuatan dan memperlihatkan mana yang hak dan mana yang batil. Minta bimbingan-Nya, kapan saat yang tepat untuk berbicara dengan suami. Sebab, jika suami dipaksa untuk memberikan penjelasan, padahal dia sendiri belum siap untuk bicara, masalah ini akan semakin berat dan rumit.

 

Memilih untuk memberikan maaf kepada suami merupakan langkah yang sangat terpuji. Jika suami melakukan kesalahan lagi, berilah maaf lagi. Maafmu seperti sabarmu, tiada batasnya. Memang tidak mudah memaafkan seseorang yang telah salah dan menyakiti kita. Namun, lihatlah apa yang Allah siapkan untuk seorang pemaaf, yaitu surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

 

Selama masih bisa memperbaiki hubungan dengan suami, berusahalah untuk terus memperbaikinya. Jangan mudah menyerah lalu menyudahinya. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan untuk bercerai. Teruslah melakukan perbaikan sampai nanti Allah yang menakdirkannya berbeda.

 

Berilah kesempatan kepada suami untuk mengambil keputusan. Doakan pula agar suami senantiasa mendapat bimbingan Allah sehingga dia dapat mengambil langkah yang diridai-Nya. 

 

Sumber: Majalah Swadaya edisi Februari 2018