Curhat Muslimah: Mengatasi Anak yang Cemburu

Bagaimana mengatasi kecemburuan anak.  Cemburu antara adik dan kakak atau sebaliknya.  Padahal, saya merasa tidak pernah membedakan sedikitpun anak yang laki-laki dan perempuan.  Apakah anak laki- laki dan perempuan harus diperlakukan berbeda?

Jawab :

Cemburu di antara anak, adik, dan kakak atau sebaliknya bisa dipicu karena adanya sikap yang membandingkan di antara mereka.  Sikap tersebut bisa timbul di keluarga oleh orangtua atau anggota keluarga lainnya.  Bisa pula akibat sikap dari lingkungan di sekitarnya, misal teman main atau sekolahnya, guru, dan lain-lain.  Jadi harus teliti, diselidiki dari mana penyebabnya.

Tugas orangtua bila terjadi hal seperti itu adalah bersikap adil, selain itu  memberi pemahaman kepada anak bahwa masing-masing punya keistimewaan dan harus saling membantu, saling menyayangi.

Setiap anak dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Sebagaimana binatang ternak akan melahirkan binatang ternak yang sempurna. Apakah engkau lihat ada binatang yang lahir dalam keadaan telah terpotong telinganya?” (HR. Al-Bukhari no. 1385)

Perlakuan secara umum untuk anak laki-laki dan perempuan adalah sama, misalnya perlakuan harus ibadah dengan benar, belajar , disiplin, dan lain-lain.  Namun tentu saja ada perlakuan lain yang khusus harus dibedakan, contoh pola pengasuhan untuk anak laki-laki harus menumbuhkan sikap yang lebih berani, tegas, karena kelak akan jadi pemimpin keluarga.  Sementara untuk perempuan, digali dan diajarkan sisi keperempuannya, dipahamkan tugas-tugas seorang perempuan yang kelak akan menjadi seorang istri dan ibu.

Selain itu ada perlakuan khusus yang dicontohkan Rasulullah saw terhadap anak perempuan. Dulu ada pemahaman merasa kurang beruntung bila memiliki anak perempuan, karenanya Rasulullah saw mengubah paradigma tersebut dengan mengutamakan sikap lemah lembut saat mendidik anak perempuan, 

Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya”. (HR. Muslim no. 2631)

 

(Sumber: Swadaya Edisi Maret 2019)