Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | JAKARTA – Pabrik air minum, yang dibangun dari donasi rakyat Indonesia, terutama donatur DT Peduli, di wilayah Tuffah, Gaza kini berada dalam situasi genting setelah wilayahnya dikuasai pasukan Israel.
Pimpinan Nusantara Palestina Center (NPC), Abdillah Onim, menyatakan bahwa area tersebut telah dikuasai selama lebih dari 20 hari dan tank-tank Israel telah diparkir di sana. NPC merupakan mitra pengelola pabrik air minum dan penyaluran bantuan dari donatur DT Peduli untuk masyarakat Gaza.
"Mohon doanya semoga pekan ini kita dapat kabar karena gedungnya masih ada, sedangkan alat-alatnya sudah kita keluarkan, dibawa ke Gaza bagian selatan,” ujar Abdillah Onim saat ditemui di Kantor MUI Pusat, Jakarta, pada Selasa (07/10/2025).
Ia menegaskan, meski alat-alat produksi telah berhasil dipindahkan, kekhawatiran terbesar saat ini adalah nasib bangunan pabrik itu sendiri.
“Mohon doanya semoga gedungnya tidak diganggu oleh penjajah dan in syaa Allah dalam waktu dekat ada kabar, apakah gedung itu sudah dihancurkan. Tapi kita berdoa kepada Allah, semoga gedung itu utuh," tambahnya.
Abdillah Onim juga menyampaikan apresiasi khusus kepada donatur DT Peduli yang telah berkontribusi terhadap pembangunan pabrik air minum tersebut. Ia berharap kontribusi ini dapat menjadi amal jariah, dan pabrik air dapat kembali beroperasi untuk menunjang kebutuhan masyarakat Gaza.
Jika beroperasi, setiap hari, pabrik ini bisa menyalurkan 10 ribu hingga 50 ribu liter air minum untuk setiap kepala keluarga di Deir el Balah, Kota Gaza, dan Gaza Utara dengan jumlah total penerima manfaat sekitar 1.000 kepala keluarga.
Baca juga: Masjid DT Gaza Jadi Tumpuan Utama, Kawasan Masjid Dipenuhi Ribuan Pengungsi
Editor: Agus ID