Perang Merenggut Segalanya, Rakyat Sudan Menunggu Uluran Tanganmu untuk Bertahan

Perang Merenggut Segalanya, Rakyat Sudan Menunggu Uluran Tanganmu untuk Bertahan

Terkumpul
Target

Perang Merenggut Segalanya, Rakyat Sudan Menunggu Uluran Tanganmu untuk Bertahan

Gaza belum pulih dari hancurnya.

Image (19).jpeg 842.04 KB
Belum sempat dunia menarik napas, kini Sudan menyusul dalam luka yang tak kalah dalam.

Di negeri itu, lebih dari 30 juta jiwa sedang berjuang hanya untuk bertahan hidup.
11,5 juta orang terpaksa mengungsi di tempat-tempat yang jauh dari kata layak,
dan 3-3,4 juta lainnya melarikan diri ke luar negeri — meninggalkan rumah, harapan, dan masa lalu mereka. (Sumber: UNICEF)

Di kamp-kamp pengungsian, anak-anak menangis bukan karena manja, tapi karena lapar. Kini, 21 juta orang menghadapi krisis pangan akut, dan ratusan ribu di ambang kelaparan. Di beberapa wilayah seperti Al-Fasher dan Kadugli, kondisi kelaparan ekstrem bahkan telah dikonfirmasi.

Fasilitas kesehatan yang tersisa nyaris tidak berfungsi, wabah penyakit mulai menyebar, dan ribuan orang meninggal hanya karena tak bisa mendapatkan layanan dasar yang seharusnya mudah.

Kisah Perjuangan Hidup yang Tak Mudah

· Nora Abdel Rahman dulu adalah seorang guru. Kini ia menarik gerobak berisi tepung sorgum untuk memberi makan anak-anaknya di kamp dekat El-Fasher. Baginya, kelaparan lebih menakutkan daripada perang.
Sumber: ANTARA – “Catatan kehidupan: kelaparan dan harapan di Darfur Sudan” (2025) 

· Setelah ayahnya tewas dalam serangan di kamp Abu Shouk dan ibunya terluka, Faisal (12) mengambil alih peran kepala keluarga. Ia memungut besi bekas demi membeli roti untuk adik-adiknya. Sumber: AP News – “Sudan’s Rapid Support Forces kill 40 people in North Darfur displacement camp attack” (2025) 

· Saat keluar mencari makanan, Yassin terkena pecahan peluru dan kehilangan kakinya. Ia kini hidup di atas tikar plastik dalam kamp pengungsian, tapi tetap ingin kembali sekolah.
Sumber: AP News – laporan korban anak akibat serangan di Darfur Utara (2025)

Sahabat Peduli, Sudan sedang menjerit dalam diam. Dan dunia belum cukup mendengar. Pada saat seperti ini, kita mungkin tak mampu menghentikan perang, tapi kita mampu menjadi jalan seseorang tetap hidup hari ini.

Saat satu wilayah di dunia runtuh, di sanalah tugas kemanusiaan kita berdiri.

Mari bersama, ulurkan tangan untuk saudara-saudara kita di Sudan.
Kita bantu mereka bertahan hari ini, agar mereka punya harapan untuk esok!

 

Donatur

Nersih

Nersih

Bedonasi sebesar

Imas

Imas

Bedonasi sebesar

Orang Baik

Orang Baik

Bedonasi sebesar

Orang Baik

Orang Baik

Bedonasi sebesar

Orang Baik

Orang Baik

Bedonasi sebesar

Doa Orang Baik

Sahabat Peduli

Sahabat Peduli

Semoga bermanfaat

Sahabat Peduli

Sahabat Peduli

Semoga Allah meridhoi dan memudahkan kita semua aamiin ya robbal aalamiin

Sahabat Peduli

Sahabat Peduli

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlif li khairan minha.

Sahabat Peduli

Sahabat Peduli

Ya Allah semoga warga di sudan selalu diberi kesehatan & selalu dalam perlindunganmu,Ya Allah semoga engkau angkat semua penyakit yang ada didalam tubuh hamba Aamiin

Sahabat Peduli

Sahabat Peduli

Semoga Allah memberkahi kita semua