Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Tembus Blokade dan Cuaca Ekstrem, Paket Pangan DT Peduli Jangkau 1.000 Pengungsi di Jalur Gaza
 

 

Tembus Blokade dan Cuaca Ekstrem, Paket Pangan DT Peduli Jangkau 1.000 Pengungsi di Jalur Gaza

Dipublish pada:

18 Dec 2025


DTPEDULI.ORG | GAZA – Musim dingin kembali memperberat krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Hujan lebat yang turun hampir tanpa jeda disertai angin kencang merendam tenda-tenda pengungsian, membuat ribuan keluarga kehilangan rasa aman. Anak-anak menggigil di tengah kelembapan, sementara para lansia bertahan dalam penantian akan bantuan pangan yang kian sulit didapat.

Upaya menghadirkan bantuan di tengah kondisi ini tidaklah mudah. Sepanjang November 2025, jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza masih menghadapi berbagai hambatan akibat pembatasan akses, situasi keamanan yang fluktuatif, serta pemeriksaan ketat di titik masuk. Bantuan yang telah disiapkan DT Peduli sejak akhir Oktober harus melalui proses panjang sebelum akhirnya berhasil menembus blokade Jalur Gaza.

bantuan gaza musim dingin 2.jpg 60.83 KB
Tantangan tidak berhenti saat bantuan berhasil masuk. Cuaca ekstrem menyebabkan sebagian kemasan paket pangan mengalami kerusakan karena terendam air. Meski distribusi dilakukan di atas tanah berlumpur dan tenda yang basah, relawan DT Peduli tetap berupaya memastikan paket pangan yang dibagikan dalam kondisi layak konsumsi dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.

Paket Pangan DT Peduli akhirnya berhasil disalurkan langsung kepada para pengungsi Palestina pada Selasa (16/12/2025). Bantuan ini menjangkau 1.000 penerima manfaat yang terdiri dari keluarga terdampak konflik, blokade, dan kelangkaan pangan di sejumlah titik pengungsian Jalur Gaza.

“Paket bahan makanan siap olah tersebut diharapkan dapat membantu mereka bertahan di tengah musim dingin dan situasi kemanusiaan yang belum sepenuhnya membaik,” ujar Fahmi Arif, Asisten Manajer Program Urusan Internasional Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) DT Peduli.

bantuan gaza musim dingin 3.jpeg 245.21 KB
Arif menambahkan, bagi para pengungsi, paket pangan ini bukan sekadar bantuan logistik. Di tengah malam yang dingin dan ketidakpastian yang menyelimuti, kehadiran bantuan ini menjadi penguat moral bagi mereka untuk terus bertahan.

”Bantuan tersebut membawa pesan bahwa meski akses kerap tertutup dan situasi belum sepenuhnya aman, kepedulian kemanusiaan akan tetap berusaha hadir menjangkau mereka yang membutuhkan,” pungkas Arif.

Baca juga: Dapur Harapan di Tengah Puing Gaza

Penulis: Tim LPM DT Peduli

Penyunting: Agus ID

Ditulis Oleh:

Administrator