Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Merdeka Indonesia, Merdeka Palestina! Senyum Palestina di Bulan Kemerdekaan Indonesia
 

 

Merdeka Indonesia, Merdeka Palestina! Senyum Palestina di Bulan Kemerdekaan Indonesia

Dipublish pada:

21 Aug 2025


DTPEDULI.ORG | AMMAN – Agustus selalu menjadi bulan yang penuh makna bagi rakyat Indonesia. Setiap tahun, bendera merah putih berkibar di setiap sudut negeri, mengingatkan pada perjuangan panjang meraih kemerdekaan.  

Pada Agustus 2025 ini, semangat kemerdekaan itu tak hanya terasa di tanah air. Jauh di kamp-kamp pengungsian Palestina di Yordania, gema Indonesia merdeka ikut menghadirkan senyum dan harapan. 

Melalui misi kemanusiaan bertajuk Solidaritas Tanpa Batas, DT Peduli kembali menyalurkan bantuan  dari jutaan tangan rakyat Indonesia bagi saudara di Palestina. Di tengah keterbatasan dan kesulitan, bantuan itu menjadi kebahagiaan. 

Senyum di Tengah Duka 

Ahad (17/8/2025) menjadi hari yang tak terlupakan bagi anak-anak di Kamp Zhoufah. Di saat Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan ke-80, mereka turut bahagia bersama relawan DT Peduli. Permainan sederhana dan keceriaan seakan menyingkirkan derita yang sudah menjadi bagian hari mereka. Tak ketinggalan, paket bantuan juga melengkapai kebahagiaan mereka. 

Keesokan harinya, Senin (18/82025) bantuan juga diberikan kepada para pengungsi di Kamp Sukhnah seperti paket bantuan yang diberikan kepada para pengungsi di Kamp Zhoufah, di luar paket bantuan untuk anak-anak.

bantuan palestina Agustus 2.jpg 73.31 KB
Bantuan yang disalurkan berupa 150 paket pangan, 100 paket berisi pakaian, alat tulis, dan mainan anak, serta 350 paket bantuan tunai langsung. Tak hanya itu, layanan mobile clinic juga hadir selama tiga bulan. Semua bantuan tersebut menjangkau total 4.350 jiwa. 

Muhammad Ihsan, Direktur Lembaga Pengabdian Masyarakat DT Peduli yang turut mendampingi langsung dalam proses penyaluran tak bisa menyembunyikan rasa harunya. 

“Di tengah keterbatasan, senyum mereka jadi semangat buat kita semua. Bersamaan dengan perayaan HUT ke-80 RI, kami mengajak anak-anak bermain dan bergembira. Tawa mereka adalah hadiah terindah, seolah menyatukan semangat kemerdekaan Indonesia dengan harapan Palestina,” tuturnya. 

Ia menambahkan, “Kemerdekaan bukan hanya milik satu bangsa. Itu adalah cita-cita universal: hidup damai dan bermartabat. Merdeka untuk Indonesia, merdeka juga untuk Palestina.” 

Di balik angka-angka bantuan tersebut, senyum dan haru para penerima manfaat menggambarkan betapa berharganya bantuan ini. 

Ghadah, pengungsi dari Tulkarem yang kini tinggal di Kamp Sukhnah, berkata penuh haru diiringi senyum bahagia, “Ini hanya untuk seminggu. Kami ada tujuh, delapan orang di rumah. Semoga Tuhan membebaskan kami, dan kami bisa kembali ke negara kami. Amin ya Allah. Terima kasih atas kepedulian kalian terhadap kami.” 

Alya, pengungsi lain, juga bersyukur. “(Bantuan ini) luar biasa untuk empat anggota keluarga. Insya Allah kemenangan untuk Palestina. Jika ada kemungkinan kembali, in syaa Allah.” 

Halimah, seorang ibu, menambahkan doanya yang penuh ketulusan, “(Bantuan ini) untuk sebulan. Semoga Allah menghilangkan kesusahan kami dan meringankan kekhawatiran. In syaa Allah, kami akan berada dalam kondisi terbaik, dan diberi kemenangan. Itu yang terpenting.” 

Seorang bapak di Kamp Zhoufah menyampaikan terima kasih dengan wajah penuh bahagia, “Hari ini, kami ingin berterima kasih kepada Yayasan Daarut Tauhiid atas distribusi penuh berkah ini. Semoga Allah membalas dengan kebaikan dan memberkahi kalian.” 

Sampai ke Gaza

Misi kemanusiaan tak berhenti di Yordania. Dua hari berselang, pada Rabu (19/8/2025), DT Peduli kembali menyalurkan bantuan menuju Gaza. Dua kontainer penuh kebutuhan pokok berangkat lewat jalur darat, sementara satu kargo lain terbang melalui udara. 

Sebanyak 2.304 paket bantuan, terdiri dari 24 jenis makanan masing-masing paket, diperkirakan cukup menopang hidup keluarga Palestina selama tiga hingga empat pekan. 

“Melalui semangat kemerdekaan ini, kita ingin sampaikan bahwa Indonesia selalu membersamai mereka. Semoga setiap butir beras yang mereka makan, setiap tetes minyak yang mereka gunakan, adalah amal jariyah bagi para donatur dan semua pihak yang mendukung perjuangan ini,” ungkap Ihsan di sela persiapan paket bantuan ke Gaza. 

Bantuan ini bisa sampai berkat kerja sama banyak pihak, terutama LAZIS Perkasa Yogyakarta, PLN Indonesia Power Kamojang, dan LAZ Nurul Ardhi Kamojang. Para mitra strategis ini bukan pertama kalinya membersamai perjuangan Palestina. Bertahun-tahun lamanya mereka konsisten menyalurkan kepedulian bersama DT Peduli untuk Palestina. 

“Semoga semua pengurus dan karyawan diberi kelancaran dalam aktivitasnya. Kita juga berdoa agar sahabat-sahabat di Palestina diberi kekuatan hingga hadir kemerdekaan yang hakiki. Indonesia merdeka, Palestina merdeka,” tambah Ihsan. 

Agustus ini menjadi bukti bagaimana semangat kemerdekaan Indonesia bisa bertransformasi menjadi energi kemanusiaan lintas benua. Selama merah putih terus berkibar, selama itu pula Indonesia akan berdiri membersamai perjuangan Palestina. 

“Semoga kemerdekaan Ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah milik satu bangsa tetapi cita-cita universal untuk hidup damai dan bermartabat. Merdeka untuk Indonesia, merdeka juga untuk Palestina,” tegas Ihsan penuh optimis. 

Baca juga: Salurkan Ribuan Porsi Makanan di Tengah Krisis dan Kontroversi Bantuan, DT Peduli Desak Akses Kemanusiaan Penuh di Gaza 

Editor: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator