Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Salurkan Ribuan Porsi Makanan di Tengah Krisis dan Kontroversi Bantuan, DT Peduli Desak Akses Kemanusiaan Penuh di Gaza
 

 

Salurkan Ribuan Porsi Makanan di Tengah Krisis dan Kontroversi Bantuan, DT Peduli Desak Akses Kemanusiaan Penuh di Gaza

Dipublish pada:

23 Jul 2025


DTPEDULI.ORG | BANDUNG – DT Peduli menyerukan pembukaan akses kemanusiaan tanpa hambatan di Jalur Gaza. Seruan ini dikeluarkan menyusul penyelesaian program Hotmeals, di mana 3.775 porsi makanan hangat berhasil didistribusikan kepada 3.775 jiwa warga sipil di Deir Al Balah, Palestina, pada Ahad (13/7/2025) dan Senin (14/7/2025). 

Penyaluran ini dilakukan di tengah situasi pangan yang memburuk drastis di Gaza. Data Integrated Food Security Phase Classification (IPC) mengonfirmasi bahwa seluruh penduduk Gaza menghadapi krisis pangan akut (IPC Fase 3 atau lebih buruk), dengan ratusan ribu jiwa terancam kelaparan bencana (IPC Fase 5). 

hotmeals gaza Juli 8.JPG 46.86 KB
Kondisi ini, yang oleh banyak pihak internasional dikategorikan sebagai penggunaan kelaparan sebagai metode peperangan, menuntut perhatian dan tindakan segera dari komunitas global. 

"Situasi di Gaza tidak dapat ditoleransi. Kelaparan masif bukan lagi ancaman, melainkan kenyataan pahit yang dihadapi jutaan warga sipil. Program Hotmeals kami adalah upaya nyata untuk menyelamatkan nyawa, namun skala krisis ini memerlukan respons yang jauh lebih besar dan terkoordinasi. Pembatasan akses bantuan adalah bentuk kejahatan kemanusiaan,” tegas F. Arif, International Program Officer DT Peduli, Selasa (22/7/2025) 

 DT Peduli juga menyoroti insiden penembakkan tragis yang terus terjadi di sekitar titik distribusi Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung AS dan Israel. Lebih dari 1.021 warga sipil Gaza dilaporkan tewas saat mencoba mengakses bantuan dan lebih dari 6.511 lainnya terluka. 

hotmeals gaza Juli 9.JPG 70.15 KB
DT Peduli mendesak seluruh pihak terkait untuk mematuhi hukum kemanusiaan internasional, menjamin keamanan warga sipil dan pekerja bantuan, serta membuka jalur distribusi bantuan secara penuh dan permanen. Solidaritas dan dukungan masyarakat global sangat dibutuhkan untuk mengakhiri penderitaan di Gaza. 

"Keamanan penerima manfaat dan relawan harus menjadi prioritas utama. Metode distribusi yang membahayakan nyawa tidak dapat diterima," pungkas Arif. 

Baca juga: Israel Ambil Alih Deir El Balah, Masjid DT Gaza Terpaksa Dikosongkan 

Penulis: FA 

Editor: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator