Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | SUKABUMI – Di sebuah kampung terpencil di pelosok Kabupaten Sukabumi, suara lantunan ayat suci Al-Quran terdengar lembut dari sebuah rumah sederhana. Rumah itu milik Ratih Indriyani, lulusan Rumah Tahfidz Quran DT Peduli Sukabumi, yang kini mengabdikan dirinya untuk mengajar ngaji anak-anak di desanya. Dengan keterbatasan fisik sebagai seorang disabilitas, Ratih justru menjadi inspirasi bagi banyak orang karena keteguhannya dalam menebar ilmu Al-Qur’an di tengah segala keterbatasan.
Setiap sore, hampir kurang lebih 40 anak datang ke rumahnya yang sangat sederhana, yang disulap menjadi tempat belajar ngaji. Suasana ramai penuh semangat menjadi saksi perjuangan seorang guru muda yang tulus mengajar tanpa pamrih. Tak hanya mengajar anak-anak di sekitar rumah, Ratih kini juga dipercaya untuk menjadi pengajar Al-Quran di Madrasah Tsanawiyah di kampungnya, bukti bahwa kiprahnya mulai diakui dan dibutuhkan masyarakat.
Jarak dari Kota Sukabumi menuju kampung Ratih memakan waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam perjalanan, melewati jalan rusak dan berlumpur. Saat musim hujan, perjalanan menuju lokasi menjadi perjuangan tersendiri. Namun, semangat dakwah tidak pernah surut.

“Saya hanya ingin anak-anak di kampung ini bisa mengenal Al-Qur’an sejak kecil. Walau rumah sederhana, semoga tempat ini bisa jadi jalan kebaikan bagi mereka,” ujar Ratih dengan senyum penuh syukur.
Bantuan yang diterima Ratih bukan sekadar fasilitas, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi dan keteguhan seorang pejuang Al-Quran di daerah terpencil. Melalui Program Peduli Guru Ngaji, DT Peduli Sukabumi terus berkomitmen menghadirkan harapan dan dukungan bagi para pengajar Quran di pelosok negeri, agar cahaya Al-Qur’an tak pernah padam, bahkan dari tempat-tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota.
Baca juga: Cerita Hikmah Khairunnisa Nurseli, Santri Tahfidz Disablitas Semangat Meraih Cita-Cita
Penulis: Gyn
Editor: Agus ID