Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG I BANJARMASIN – Dalam upaya memperkuat kapasitas amil dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan zakat, dua amil dari LAZNAS DT Peduli Kalsel mengikuti kegiatan Pelatihan Manajer Bidang Operasional Zakat Angkatan 2, pada Ahad (28/9/2025) hingga Rabu (8/10/2025).
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dit. PZW) Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Pusbangdiklat SDM Pendidikan dan Keagamaan ini, berlangsung secara hybrid.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk manajer operasional zakat yang kompeten dan tersertifikasi, sehingga mampu memperkuat ekosistem zakat nasional.Pelatihan diikuti oleh puluhan amil dari berbagai lembaga zakat dan wakaf di Kalimantan Selatan, termasuk dua perwakilan dari DT Peduli Kalsel. Keduanya diutus untuk menyerap ilmu dan strategi terbaru dalam pengelolaan zakat agar dapat diterapkan di wilayah kerja masing-masing.
Pelatihan dirancang dalam tiga tahap dengan total 59 Jam Pelajaran (JP), terdiri dari sesi pembelajaran mandiri daring (Asynchronous), kelas virtual interaktif bersama para pakar (Synchronous), serta sesi tatap muka di Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin pada Senin (6/10/2025) hingga Rabu (8/10/2025).
Pada pelaksanaannya, para peserta dibekali beragam materi strategis seperti Strategi Pengumpulan Zakat, Pengembangan Produk dan Layanan Baru, Pemasaran dan Loyalitas Muzaki, serta Strategi Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat yang efektif.
Narasumber berasal dari lembaga kredibel, antara lain BAZNAS, Pusbangkom SDM Kemenag, dan LSP Balitbangdiklat Kemenag. Dalam sambutannya, Kepala BMBPSDM Kemenag RI, Muhammad Ali Ramdhani, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pada seorang amil.
“Amil yang profesional dan tersertifikasi adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga zakat. Pelatihan ini menjadi langkah penting menuju pengelolaan zakat yang lebih akuntabel dan berdaya guna,” ujarnya.
Pelatihan ditutup dengan Uji Kompetensi dan Sertifikasi Profesi Manajer Bidang Operasional Zakat, sebagai bentuk pengakuan resmi atas kompetensi para peserta. Sementara itu, Nordiansyah, Pimpinan LAZNAS DT Peduli Kalsel yang turut menjadi peserta, mengungkapkan manfaat besar dari kegiatan ini.
“Alhamdulillah, pelatihan ini menjadi pengalaman berharga dan penuh inspirasi. Banyak ilmu baru yang kami peroleh untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan zakat. Meski kegiatannya padat dan menguras tenaga, namun terasa sangat bermanfaat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak lembaga zakat mampu menjalankan amanah umat secara profesional dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” ungkap Nordiansyah
Penulis: Heryannor
Editor: Putri Cahyu Islamy