Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Seratus Paket Harapan bagi Anak-anak Palestina Penderita Kanker di Pengungsian Yordania
 

 

Seratus Paket Harapan bagi Anak-anak Palestina Penderita Kanker di Pengungsian Yordania

Dipublish pada:

06 Nov 2025


DTPEDULI.ORG | AMMAN – Di balik tembok penginapan di Yordania, senyum tipis terukir di wajah-wajah kecil yang seharusnya penuh tawa riang. Tawa yang direnggut oleh gemuruh bom itu, kini digantikan oleh perjuangan melawan kanker, gizi buruk, dan luka-luka perang. DT Peduli hadir membawa seratus paket bantuan masing-masing senilai 100 dollar Amerika, yang menjadi jembatan kasih dari hati rakyat Indonesia. 

Muhammad Ihsan, Direktur LPM DT Peduli, berdiri di antara para penyintas cilik Gaza dan keluarga mereka. Kunjungannya menjadi pelukan hangat dari kejauhan, membawa harapan bagi ana-anak tersebut. 

"Hari ini kami berkunjung ke salah satu penginapan, sahabat-sahabat dari Gaza yang baru dievakuasi," ujar Ihsan, memulai kisahnya. Ia kemudian memperkenalkan keluarga Hafiz, yang telah kehilangan dua anaknya akibat serangan bom Israel di Gaza. Salah satu anaknya yang selamat, harus dilarikan ke Yordania karena matanya terkena serpihan bom dan kini membutuhkan penanganan serius. 

"Qadarullah, rumahnya langsung dibom oleh Israel, dan dua orang anaknya meninggal. Salah satunya bahkan tadi yang si kecil itu matanya terkena serpihan bom," tutur Ihsan sedikit terbata-bata membayangkan yang terjadi kepada keluarga Hafiz. 

Lima Ratus Anak Palestina 

Kisah Hafiz hanyalah satu dari belasan keluarga yang baru tiba, menambah daftar panjang lebih dari 500 anak yang dievakuasi sejak April 2024. Sebagian besar anak-anak ini menderita kanker, penyakit jantung, atau gizi buruk (malnutrition/stunting). Kondisi darurat di Gaza, di mana air terkontaminasi dan makanan layak sulit didapat, telah menjadi pemicu utama krisis kesehatan ini.

100 paket untuk anak palestina 2.jpg 83.48 KB
Terlihat pula Suwar dan Sama’ah, dua anak yang dievakuasi karena kanker. Suwar, seorang pejuang cilik, kini tengah dalam masa pemulihan setelah dioperasi karena kanker mata. Walau tubuhnya masih lemah, semangatnya terpancar saat ia asyik menggambar. 

“In sya Allah kita doakan juga semoga bisa menggapai cita-citanya dan memperjuangkan Palestina ke depan kita nanti sudah dewasa,” ucap Ihsan sambil mengusap kepala Suwar. 

Ihsan menyatakan DT Peduli akan terus berupaya melakukan asesmen mendalam, terutama terkait biaya pengobatan yang sangat besar. Biaya operasi dan perawatan kanker yang mahal harus ditanggung sendiri oleh keluarga, membuat mereka kebingungan mencari sumber dana. 

Semangat Perjuangan Melalui Kerajinan Tangan 

DI tengah kesulitan itu, terlihat semangat perjuangan yang luar biasa dari para orang tua. Beberapa ibu mulai membuat aneka kerajinan dan lukisan untuk dijual. Lukisan-lukisan itu, seperti gambar hati berbalut bendera Palestina, melambangkan denyut perjuangan yang tak pernah mati. Mereka berjuang menghidupi diri sekaligus membiayai kesehatan buah hati mereka. 

"Perjuangan-perjuangan orang-orang yang dievakuasi untuk menghidupi diri dan juga membiayai kesehatan anak-anaknya yang terkena kanker. Kita doakan bersama, semoga Allah mudahkan," kata Ihsan. 

Di akhir kunjungannya, Ihsan mengucapkan terima kasih tulus kepada para donatur Indonesia atas keistiqamahan mereka. Seratus paket bantuan menjadi harapan yang disalurkan, agar anak-anak Palestina bisa segera sembuh, bermain, bersekolah, dan kelak, menjadi generasi yang memperjuangkan negerinya. 

“Semoga Allah karuniakan kemudahan, kelapangan dan ada rezekinya untuk bisa keluarga ini memperbaiki kondisi kesehatannya. Dan kami doakan juga untuk para donatur, ya semoga Allah hadirkan keberkahan, semakin dilimpahkan rezeki yang halal dan berkah, dan kita semua bisa menjadi kekuatan bagi masyarakat Palestina,” pungkas Ihsan. 

Baca juga: Bukan di Tenda, DT Peduli dan ICCS Pilih Hotel untuk Rawat Anak-Anak Gaza 

Editor: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator