Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | LUBUKLINGGAU — Sebanyak delapan Santri Sekolah Quran Daarut Tauhiid Lubuklinggau diwisuda setelah menyelesaikan Hafalan Al Qur'an 30 Juz, di Masjid Rahmatan Lil'alamin Daarut Tauhiid Lubuklinggau, pada Jumat (17/10/2025).
Acara wisuda ini dihadiri oleh para santri akhwat, santri ikhwan, orang tua wali, para asatiz, dan donatur. Selama prosesnya, para santri dikarantina selama satu tahun di asrama akhwat dengan pengawasan dari Ustazah Leha dan Ustazah Marwah.
Program ini merupakan program tahfidz 30 juz dalam 1 tahun dengan sistem karantina. Kepala KL DT Peduli Lubuklinggau, Andian Pradita, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan para santri. Ia mengatakan bahwa pencapaian ini adalah bukti kesungguhan dan kerja keras mereka selama masa karantina.
“Alhamdulillah, para santri berhasil menyelesaikan hafalannya. Semoga ilmu yang didapat menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan untuk semua,” tuturnya.
Wisuda ini menjadi momentum istimewa tidak hanya bagi para santri, tetapi juga bagi seluruh pihak yang turut mendukung program tersebut. Selama masa karantina, para santri menjalani rutinitas padat yang penuh tantangan. Mulai dari murojaah, setoran hafalan, hingga pembinaan adab dan kedisiplinan.

“Alhamdulillah perjuangan kami sampai di titik ini. Terima kasih Ya Allah, terima kasih DT Peduli Lubuklinggau, dan terima kasih para donatur yang telah menjadi wasilah kebaikan kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Pernyataan Fadilah menggambarkan rasa syukur mendalam para santri yang telah melewati masa-masa sulit. Banyak di antara mereka harus berjuang melawan lelah, rindu keluarga, dan ujian konsistensi dalam menjaga hafalan. Namun semangat untuk menjadi hafidz dan hafidzah menjadi sumber kekuatan yang tak tergantikan.
Di sisi lain, mewakili para donatur, Bunda Sudarsih turut menyampaikan kebahagiaannya bisa mendampingi proses para santri. Ia mengaku sangat terinspirasi oleh ketekunan dan kegigihan mereka dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Menurutnya, setiap huruf yang dibaca para santri menjadi pahala yang turut mengalir bagi para donatur.
“Saya menyaksikan sendiri perjuangan mereka, sungguh luar biasa. Terima kasih karena sudah memberi kesempatan kami menjadi bagian dari pahala ini,” ujar Bunda Sudarsih penuh haru.
Baca juga: Rumah Tahfidz Baleendah Gelar Wisuda Tahfidz 2025
Penulis: Tim DT Peduli Lubuklinggau
Editor: Putri Cahyu Islamy