Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Ramadhan Kembali Tiba, RPN Siap Hadirkan Senyum untuk Palestina
 

 

Ramadhan Kembali Tiba, RPN Siap Hadirkan Senyum untuk Palestina

Dipublish pada:

16 Feb 2026


DTPEDULI.ORG | BANDUNG - Langit Gaza belum benar-benar cerah. Gencatan senjata yang disebut-sebut panjang, hanya formalitas tanpa pembuktian. Serangan demi serangan masih terjadi. Warga Palestina di Gaza hidup di antara puing-puing bangunan dan tenda-tenda pengungsian.  

Direktur Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) DT Peduli, Muhammad Ihsan menyebut, kabar lagsung dari mitra di Gaza bahwa kondisi di sana begitu mengenaskan. Tenda-tenda banyak yang rusak, udara dingin masih menusuk, dan kebutuhan obat-obatan semakin mendesak.  

Senyum untuk Palestina 

Di tengah situasi itulah, Ramadhan kembali menyapa. DT Peduli kembali menghadirkan program Ramadhan Peduli Negeri (RPN), program untuk memberikan senyum dan meringakan duka warga Pelestina, terutama di mereka yang bertahan di Gaza. 

Ihsan, menyampaikan bahwa selama Ramadhan, DT Peduli akan membersemai warga Palestina dengan beberapa skema. Program utama dilaksanakan langsung di Gaza berupa pengadaan makanan untuk berbuka puasa dan sahur. Selain itu, terdapat berbagai program pendukung Ramadhan yang disiapkan untuk memastikan bantuan benar-benar menyentuh kebutuhan paling mendesak. 

Ihasan menegaskan, Bantuan yang dikirim pun tidak sedikit. DT Peduli akan mengirimkan sembako, pakaian musim dingin, obat-obatan, hingga tenda melalui pintu Mesir. Jumlahnya mencapai 10–11 truk, bahkan bisa bertambah hingga 15 truk jika seluruh tenda rampung diproduksi.  

Bantuan truk paket pangan.jpg 202.51 KB
Tahun lalu, 200 tenda telah dikirimkan, namun sebagian tidak dapat masuk karena kendala otoritas. Tahun ini, sebanyak 300 tenda dengan spesifikasi baru disiapkan agar dapat menembus perbatasan dan benar-benar berdiri melindungi keluarga-keluarga yang kehilangan rumah. 

“Ini akan menjadi penguat bagi sahabat-sahabat kita di Gaza langsung,” ujar Ihsan, saat dihubungi secara daring, Rabu (11/2/2026).

Tak hanya Gaza, perhatian juga diberikan kepada pengungsi Palestina di Yordania, Suriah, dan Lebanon. Di Yordania, program reguler Mobil Klinik akan terus berjalan, bahkan direncanakan peletakan batu pertama pembangunan klinik bekerja sama dengan NPC dan influencer Willie Salim. Bantuan berbuka dan sahur, serta paket hari raya juga tetap disalurkan kepada mereka. 

Ramadhan kali, lanjut Ihsan, ini memiliki pembeda. DT Peduli menginisiasi gerakan bertajuk “360 Derajat Kebaikan dari dan untuk Palestina.” Sebuah upaya edukasi dan advokasi agar isu Palestina tidak hanya hadir sebagai kabar duka, tetapi juga sebagai penguat iman dan ketakwaan umat. 

“Palestina menjadi pengingat bagi kita, apakah kita mampu mengambil ibrah dan hikmah,” tutur Ihsan.  

Ia menyinggung bagaimana zikir dan Al-Qur’an tak pernah lepas dari lisan masyarakat Palestina. Spirit itulah yang ingin dihadirkan ke Indonesia, agar Ramadhan bukan hanya tentang kenyang saat berbuka, tetapi kesiapan menuju husnul khatimah. 

Gerakan 360 Derajat Kebaikan juga diwujudkan dalam advokasi kepada pemerintah, penguatan narasi di media lokal dan nasional, hingga edukasi di kampus dan sekolah. Sosialisasi fatwa MUI tentang qunut nazilah dan boikot produk terafiliasi Israel pun akan diperkuat melalui pelatihan bagi DKM dan imam masjid. Harapannya, lahir kesadaran kolektif sekaligus kebangkitan ekonomi keumatan. 

Datangkan Syaikh dari Palestina 

Ketua Pelaksana RPN 2026, Cecep Gustiawan, menambahkan bahwa tahun ini akan hadir program spesial bertajuk Indonesian Movement for Palestine Aid, Collaboration & Trust (IMPACT). Lima syekh asal Palestina dijadwalkan melakukan safari dakwah di Indonesia, dengan puncak acara pada 8 Maret di Masjid Istiqlal. Kehadiran para ulama tersebut diharapkan mempererat ukhuwah sekaligus menyegarkan kembali kepedulian umat. 

Tak berhenti di sana, DT Peduli juga menggulirkan program Umrah bagi anak-anak Palestina di perbatasan Yordania bekerja sama dengan NGO di Singapura. Sebuah hadiah spiritual agar mereka dapat merasakan jamuan Allah SWT di Baitullah, meski tanah kelahiran mereka belum sepenuhnya aman. 

Screenshot 2026-02-12 102615.png 122.35 KB
Direktur Utama LAZ DT Peduli, Jajang Nurjaman, mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak tinggal diam. Ia menegaskan, kebahagiaan Ramadhan bukan hanya milik mereka yang berkecukupan, tetapi juga harus dirasakan saudara-saudara yang tengah diuji. 

“Dengan berbagi tidak akan mengurangi, justru Allah akan menambah karunia dan rezeki,” ujarnya. 

Ramadhan mengajarkan bahwa kepedulian tak mengenal batas geografis. Dari Indonesia, kepedulian itu datang, mengetuk pintu-pintu pengungsian dan menghadirkan senyum di tenda-tenda Gaza. 

“Mudah-mudahan dengan adanya program-program DTP Peduli, kita bisa membuat mereka-mereka yang membutuhkan bisa lebih bahagia lagi di Ramadan seperti kita yang bahagia karena Allah takdirkan rezeki yang cukup,” pungkas Jajang. 

Baca juga: Berpuasa dalam Lapar dan Bertahan dalam Luka, Gaza Menanti Ramadhan yang Lebih Bahagia 

Penulis: AID 

Penyunting: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator