Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Masjid DT Gaza Tetap Berdiri Usai Deir Al-Balah Diserang, Warga Terluka dan Seorang Anak Kehilangan Kaki
 

 

Masjid DT Gaza Tetap Berdiri Usai Deir Al-Balah Diserang, Warga Terluka dan Seorang Anak Kehilangan Kaki

Dipublish pada:

30 Jul 2025


DTPEDULI.ORG | GAZA – Masjid Daarut Tauhiid (DT) di Deir Al-Balah, Jalur Gaza, dilaporkan masih berdiri kokoh meski terkena dampak langsung dari agresi militer Israel pada Sabtu (19/7/2025) lalu. Serangan tersebut menyebabkan beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, termasuk pecahnya kaca jendela dan munculnya beberapa lubang di dinding akibat hantaman peluru berkaliber besar.

bekas peluru di masjid dt gaza.jpg 42.4 KB
Syekh Yasin, pengasuh Rumah Qur’an DT Gaza, yang melaporkan langsung dari lokasi pada Selasa (29/7.2025), menyatakan bahwa kondisi masjid secara umum masih aman. Ia bersyukur karena bangunan utama masjid tetap berdiri dan tidak runtuh meskipun berada di sekitar titik serangan. 

“Alhamdulillah, Allah melindungi Masjid DT dari kejahatan zionis. Alhamdulillah Allah masih karuniakan keselamatan masjid yang masih berdiri,” ujar Syekh Yasin dalam keterangannya. 

Meski demikian, kondisi di sekitar lokasi sangat memprihatinkan. Beberapa rumah warga yang berada tidak jauh dari kantor DT hancur akibat serangan. Syekh Yasin sendiri mengalami luka ringan di bagian kepala setelah terkena serpihan reruntuhan. Ia juga menyampaikan bahwa beberapa warga di sekitar masjid dilaporkan meninggal dunia akibat serangan yang sama.

anak palestina diamputasi.jpg 71.5 KB
Salah satu insiden paling mengkhawatirkan dalam serangan ini menimpa seorang anak bernama Sama Suleiman Abu Khasiwan. Anak tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Lapangan Al-Mawasi milik Palang Merah Palestina dalam kondisi luka parah setelah menjadi korban di area yang berdekatan dengan Masjid DT. Berdasarkan keterangan tenaga medis, luka yang dideritanya sangat serius hingga menyebabkan kaki kanannya harus diamputasi total untuk menghentikan pendarahan. 

Sehari sebelum serangan, sebagian warga termasuk Ustadzah Wafa, salah satu tenaga pengajar Rumah Qur’an DT, telah lebih dahulu mengungsi ke selatan Deir Al-Balah. Syekh Yasin meyakini langkah tersebut menyelamatkan banyak jiwa dari kemungkinan korban yang lebih besar. 

anak palestina diamputasi 2.jpg 35.53 KB
Warga dan relawan berupaya membersihkan area masjid dari sisa reruntuhan dan pecahan kaca. Masjid DT Gaza direncanakan akan kembali digunakan untuk pelaksanaan salat Jumat pada 1 Agustus mendatang. 

Masjid DT Gaza merupakan salah satu simbol kehadiran rakyat Indonesia di Palestina melalui program kemanusiaan. Berdiri sejak 2015, masjid ini tak hanya menjadi tempat ibadah, namun juga pusat pembinaan, pendidikan Qur’an, dan distribusi bantuan bagi masyarakat sekitar. 

Di tengah kondisi yang memburuk di Gaza, keberadaan masjid ini tetap menjadi pelita harapan. Meski diterpa agresi dan berada di zona krisis, semangat keimanan masyarakat Gaza tetap menyala. 

Baca juga: Israel Ambil Alih Deir El Balah, Masjid DT Gaza Terpaksa Dikosongkan 

Penulis: Alam Yurid 

Editor: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator