Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Kapal GSF Kembali Diserang Kedua Kalinya, Semangat Relawan Tak Surut
 

 

Kapal GSF Kembali Diserang Kedua Kalinya, Semangat Relawan Tak Surut

Dipublish pada:

10 Sep 2025


DTPEDULI.ORG | TUNIS – Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) untuk Gaza kembali mengalami serangan di Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunis, Tunisia. Ini merupakan serangan kedua yang terjadi dalam dua hari berturut-turut, memicu kekhawatiran dan kecaman dari berbagai pihak. 

Serangan kedua ini terjadi pada dini hari, Rabu (10/9/2025) waktu setempat. Menurut Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Palestina, Francesca Albanese, bukti video menunjukkan adanya sebuah drone tanpa lampu yang mendekati kapal. 

“Bukti video menunjukkan bahwa sebuah drone – tanpa lampu sehingga tidak dapat dilihat – menjatuhkan perangkat yang menyebabkan dek kapal Alma terbakar,” jelas Albanese. 

Ia menambahkan, berdasarkan analisis sumber ahli, perangkat tersebut diindikasikan sebagai granat pembakar. “Sumber ahli menyarankan bahwa itu adalah granat pembakar yang dibungkus bahan plastik yang direndam dalam bahan bakar, yang mungkin telah dinyalakan sebelum mendarat di kapal,” lanjutnya. 

Ketua Koordinator Indonesia Global Peace Convoy (IGPC), Muhammad Husein, yang berada di lokasi kejadian mengonfirmasi serangan tersebut. Ia meyakini serangan ini berasal dari pihak Israel. 

“Untuk kedua kalinya dalam dua hari terakhir, kapal-kapal milik Global Sumud Flotilla di Pelabuhan Sidi Bou Said di Tunis kembali menjadi sasaran serangan drone yang diyakini berasal dari tentara Israel,” ujar Husein dalam laporannya langsung dari Tunisia. 

Dukungan Mengalir, Semangat Tetap Berkobar 

Insiden ini sontak menarik perhatian warga lokal. Menurut Husein, masyarakat Tunisia berbondong-bondong mendatangi pelabuhan untuk menunjukkan solidaritas dan memberikan dukungan moril kepada para relawan. 

“Masyarakat berbondong-bondong datang ke pelabuhan untuk memberikan dukungan kepada teman-teman Global Sumud Flotilla dan juga memberikan kecaman kepada Israel,” katanya. 

Husein menegaskan bahwa teror dan serangan pengecut ini tidak akan menyurutkan nyali para aktivis kemanusiaan. Sebaliknya, hal ini justru semakin memotivasi mereka untuk melanjutkan misi menembus blokade Gaza. 

“Ini memberikan pesan kepada Israel bahwa serangan-serangan pengecut dan teror yang dilakukan oleh Israel sehingga melanggar batas-batas wilayah negara dan kedaulatan Tunisia ini tidak akan menggentarkan Tunisia dan tidak akan menciutkan nyali teman-teman Global Sumud Flotilla,” tegasnya. 

Misi GSF yang merupakan gabungan relawan dari 44 negara ini bertujuan untuk membuka koridor kemanusiaan ke Gaza melalui jalur laut dengan gerakan non-kekerasan. 

Kondisi Delegasi Indonesia 

Menjelang tahap akhir persiapan, Husein memastikan seluruh delegasi dari Indonesia yang berjumlah sekitar 30 orang dalam keadaan baik. Meskipun ada beberapa yang kelelahan akibat latihan intensif, semangat mereka untuk berlayar tetap tinggi. 

“Secara mental, secara moral, teman-teman sangat siap dan sangat termotivasi untuk melanjutkan misi Global Sumud Flotilla,” pungkasnya. 

Armada GSF dijadwalkan akan memulai pelayarannya menuju Gaza pada hari ini. Namun, serangan ini berpotensi menyebabkan penundaan jadwal. Para relawan dan masyarakat dunia berharap misi kemanusiaan terbesar dalam sejarah gerakan maritim ini dapat segera terlaksana untuk membantu meringankan penderitaan warga Palestina di Gaza. 

Baca juga: Kapal Misi Kemanusiaan GSF Diserang Drone di Tunisia, WNI Dinyatakan Aman 

Editor: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator