Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | AMMAN – Matahari mulai condong ke ufuk barat di langit Kamp Joufa, Yordania, Kamis (19/3/2026). Di tengah kepungan debu, aroma rempah nasi biryani dan gurihnya ayam panggang menyeruak, membelah udara sore yang cerah. Bagi ribuan pengungsi Palestina di sana, aroma itu menjadi pesan cinta yang dikirimkan dari tanah air jauh di Indonesia. 
Ikhtiar menghadirkan kebahagiaan ini merupakan bagian dari program Ramadhan untuk Palestina sekaligus program Ramadhan Peduli Negeri (RPN) 2026 DT Peduli yang menyasar titik-titik krusial pengungsian warga Palestina di Yordania. Tidak hanya di Kamp Joufa, aksi nyata ini juga menjangkau Kamp Mahattah dan Kamp Sukhnah. 
"Hari ini telah dibagikan seratus paket bantuan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan dan anak-anak yatim. Terima kasih Darut Tauhiid," ungkap Yaqin dengan tulus.
Semangat berbagi terus berlanjut ke Kamp Sukhnah pada Rabu (18/3/2026). Di lokasi ini, skala penyaluran meningkat drastis. Hampir 1.000 paket bahan pangan siap saji untuk berbuka puasa disebar merata.
Secara total, misi kemanusiaan di tiga kamp ini berhasil menyentuh 2.450 jiwa penerima manfaat untuk buka puasa, serta 700 jiwa yang mendapatkan paket bingkisan Lebaran. Angka-angka ini mewakili ribuan perut yang terisi dan ribuan hati yang merasa tidak sendirian dalam perjuangan. 
“Paket ifthar (buka puasa) ini harganya $15. Ini sebetulnya paket besar, standar kualitasnya sama seperti yang pernah kita hadirkan di Masjid DT Gaza yang pertama,” ujar Nanang.
Eko, Relawan DT Peduli di lapangan menegaskan bahwa keberhasilan penyaluarn ini adalah buah dari kedermawanan para donatur dan muhsinin (orang baik) di Indonesia. Di tengah keterbatasan hidup di pengungsian, bantuan ini menjadi dukungan yang luar biasa bagi warga Palestina.
“Alhamdulillah, di akhir-akhir Ramadhan ini, kami menyebar paket untuk saudara-saudara kita di kamp pengungsian. Terima kasih kepada para donatur yang sudah menitipkan bantuannya. Mari kita terus dukung saudara-saudara kita sampai Palestina merdeka,” pungkas Eko saat bertugas di Kamp Sukhnah. 
Baca juga: Kehangatan Buka Puasa untuk Senyum Gaza
Penyunting: Agus ID