Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | GAZA – Aroma nasi bumbu dan daging segar yang baru matang menguar lembut, menyelinap di antara reruntuhan dan debu yang menyelimuti Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza. Di sebuah sudut dapur umum yang sederhana namun tertata rapi, uap panas mengepul dari kuali-kuali besar. Hari itu, Rabu (4/3/2026), jarum jam seakan bergerak melambat bagi warga yang tengah menunaikan ibadah puasa di tengah keterbatasan yang kian menghimpit.

Bukan Sekadar Pengobat Lapar
Bagi warga Gaza, makanan bergizi kini telah menjadi kemewahan yang langka. Blokade dan situasi krisis yang berkepanjangan membuat akses terhadap pangan sehat seolah tertutup rapat. Namun, melalui program Ramadhan Peduli Negeri (RPN) 2026, DT Peduli berikhtiar memecah situasi tersebut.

"Hari ini adalah tanggal 15 Ramadhan. Kami sedang mempersiapkan hidangan buka puasa di dapur umum DT Peduli Gaza. In sya Allah, makanan ini akan dibagikan kepada mereka yang membutuhkan melalui dapur umum Daarut Tauhiid," ujar Imam Masjid Daarut Tauhiid Gaza, Syaikh Yasin, dengan nada suara yang tenang namun penuh wibawa.
Senyum di Masjid DT Gaza
Menjelang azan Magrib, suasana di Masjid Daarut Tauhiid (DT) Gaza kian syahdu. Di lantai utama, para santri putra duduk dengan rapi, sementara di lantai atas, santri putri penghafal Al-Qur’an berkumpul dengan wajah-wajah yang berseri. Mereka tidak hanya menunggu waktu berbuka, tetapi juga mengisi waktu dengan murajaah dan berbincang ringan, sebuah momen kedamaian yang sangat mahal di wilayah konflik.
Suasana haru pecah saat waktu berbuka tiba. Setelah membatalkan puasa dan melaksanakan salat Magrib berjamaah, para santri mulai menyantap hidangan. Seorang siswi dengan jubah abu-abu tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya.
"Segala puji bagi Allah, hari ini saya mendapatkan kado terindah di hari yang istimewa ini. Terima kasih," ucapnya singkat namun sarat makna.

“Kami adalah siswi-siswi Madrasah Tahfidz ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas acara buka puasa bersama ini. Dan semoga kebaikan menyertai Anda sepanjang tahun,” tutur santri berbaju coklat dengan wajah berseri.
Mereka juga berharap acara buka bersama bisa terus digelar, “Kami berterima kasih atas acara buka puasa bersama ini. Terima kasih kepada Anda sekalian, dan kami berharap (kegiatan ini) terus berlanjut,” ungkap Santri berjilbab merah.
Amanah yang Menembus Batas
Keberhasilan penyaluran bantuan ini tidak lepas dari kerja sama apik dengan mitra dan dapur lokal di Gaza. Pemilihan bahan baku dilakukan dengan sangat ketat untuk memastikan kualitas terbaik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap amanah para donatur Indonesia yang telah menitipkan hartanya melalui DT Peduli.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan DT Peduli dan semua karyawannya atas dukungannya yang berkelanjutan. Kami mendoakan keluarga dan saudara-saudara kami di Indonesia, semoga Allah membalas dengan balasan terbaik," ungkap Ismail Fayyad, Penanggung Jawab BQ DT Gaza.

Malam itu, di bawah langit Gaza yang pekat, ada doa-doa yang melangit dari lisan para penghafal Al-Qur'an. Doa untuk Indonesia, doa untuk kedamaian, dan doa agar kehangatan seperti ini tidak hanya hadir di bulan Ramadhan, tapi terus mengalir sepanjang masa.
Penyunting: Agus ID