Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Gabung dalam Misi GSF 2.0, DT Peduli Berangkatkan Relawan Tembus Blokade Gaza
 

 

Gabung dalam Misi GSF 2.0, DT Peduli Berangkatkan Relawan Tembus Blokade Gaza

Dipublish pada:

14 Apr 2026


DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Suasana haru sekaligus penuh semangat menyelimuti Kantor Pusat Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) DT Peduli, Jumat (10/4/2026). Diiringi doa dan tekad yang kuat, DT Peduli resmi melepas tujuh relawan kemanusiaan untuk bergabung dalam gerakan sipil terbesar di dunia, Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, misi internasional untuk mematahkan blokade ilegal atas Gaza sekaligus menyalurkan bantuan langsung bagi warga Palestina yang tengah didera krisis hebat.

pelepasan relawan GSF DT Peduli.JPG 308.66 KB
Keterlibatan DT Peduli dalam GSF 2.0 tidak hanya menyalurkan kedermawanan masyarakat, tetapi juga aktif melakukan advokasi di level global. Dengan mengusung pesan, "Tidak semua bisa berlayar, tapi semua bisa berpihak," DT Peduli berikhtiar menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia untuk menunjukkan keberpihakan nyata di tengah genosida yang masih berlangsung. 

Ikhtiar Menembus Jalur Laut dan Darat 

Misi GSF 2.0 dijadwalkan memulai pelayaran perdana dari Pelabuhan Barcelona pada 12 April 2026. Armada laut yang terdiri dari lebih 100 kapal ini akan membawa sekitar 3.000 partisipan dari 100 negara. DT Peduli sendiri mengirimkan delegasi khusus yang akan bergabung dengan para aktivis kemanusiaan dunia di atas kapal tersebut. 

Dalam persiapan misi bersejarah ini, Indonesia menunjukkan taringnya melalui peluncuran tiga kapal kemanusiaan yang siap menembus blokade Gaza. Menariknya, salah satu kapal tersebut diberi nama Farizal Rhomadhon. 

GSF gerakan global.JPG 296.34 KB
DT Peduli turut berperan aktif bersama koalisi kemanusiaan lainnya dalam pengadaan dan persiapan kapal-kapal ini. Keterlibatan tersebut merupakan bagian dari komitmen panjang lembaga dalam penyediaan armada angkut bantuan medis dan bahan pangan yang dibutuhkan segera di Gaza. 

Selain armada laut, penguatan operasi juga dilakukan melalui jalur darat. DT Peduli menyiapkan sebanyak 10 truk kontainer berisi bantuan medis dan pangan, serta selimut musim dingin . Kesepuluh truk tersebut melengkapi total bantuan sebanyak 24 truk bantuan dari berbagai lembaga yang akan bergerak dari Mesir menuju pintu perbatasan Rafah menuju Gaza. 

Direktur Utama LAZNAS DT Peduli, Jajang Nurjaman, menjelaskan bahwa GSF merupakan bukti nyata rasa cinta dan persaudaraan bangsa Indonesia terhadap Palestina. 

"Kondisinya saat ini Palestina masih diblokade, masih digenosida, dan Al-Aqsa ditutup. GSF ini adalah ikhtiar global menggunakan jalur darat dan laut untuk menembus blokade tersebut. Indonesia mengirimkan kapal melalui patungan berbagai lembaga, dan kami mengirimkan tenaga medis serta peserta umum di dalamnya," ujar Jajang.

relawan convoy bantuan via mesir.JPG 260.79 KB
DT Peduli memberangkatkan tujuh relawan dengan keahlian spesifik dalam misi GSF 2.0. Mereka adalah Jajang Nurjaman yang akan menjadi Koordinator Command Center GSF di Malaysia, Fahrizal Amir yang akan menjadi Koordinator Lapangan di Turki, Dadan Kurniawan dan Muhammad Ihsan yang mengawal 10 truk bantuan melalui Mesir, Ricky Hexagany dan Rangga Andrian yang menjadi Tim Media, Ita Muswita yang menjadi Tenaga Ahli  Medis, serta figur publik Ari Untung yang hadir sebagai relawan influencer

Ketua Yayasan DT Peduli, Muhammad Ruly Asana, dalam sambutan pelepasannya menitipkan pesan agar para relawan senantiasa menjaga niat dan nama baik. 

"Semoga ini menjadi panggilan kemanusiaan yang sukses. Jangan lupa selalu ingat kepada Allah dan selalu berbagi karena kita tidak mungkin sendiri. Jaga nama baik pribadi, lembaga, dan tentu saja nama baik bangsa Indonesia di kancah internasional," pesan Ruly. 

"Kita yang Butuh Palestina" 

Director of Impact and Civilization DT Peduli, Fahrizal Amir, mengingatkan kembali filosofi "Semut Ibrahim". Ia menegaskan bahwa sekecil apa pun ikhtiar yang dilakukan, sangatlah berarti di mata Allah SWT. 

"Palestina adalah amanah bagi kita semua. Sekecil apa pun ikhtiar kita sangat berarti; apakah itu berbagi informasi, berdonasi, atau terjun langsung. Sejatinya, kita yang butuh Palestina untuk menolong diri kita sendiri di hadapan Allah nanti," tegas Amir. DT Peduli pun menargetkan donasi sebesar Rp5 miliar untuk mendukung operasional dan pengadaan logistik misi ini. 

Senada dengan hal tersebut, Muhammad Ihsan, Direktur Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) DT Peduli yang akan mengawal truk bantuan dari Mesir, menyampaikan pesan emosional. Baginya, gerbang Rafah bukan sekadar pintu logistik, melainkan pintu harapan agar hati masyarakat Indonesia dan rakyat Gaza terus bersatu. 

10 truk mesir di kbri 2.jpg 217.99 KB
Melalui misi GSF 2.0 ini, DT Peduli mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menyuarakan isu Palestina agar narasi kebenaran tidak mati tertutup propaganda. Partisipasi publik melalui donasi digital resmi diharapkan dapat memperkuat suara kemanusiaan dunia dan memastikan bantuan menjangkau mereka yang membutuhkan. 

"Hayu kita terus suarakan Palestina. Jangan sampai narasi ini mati," pungkas Amir. 

Baca juga: DT Peduli Lepas Relawan untuk Misi GSF 2.0 ke Gaza 

Penyunting: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator