Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Suasana haru sekaligus penuh semangat menyelimuti Kantor Pusat Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) DT Peduli, Jumat (10/4/2026). Diiringi doa dan tekad yang kuat, DT Peduli resmi melepas tujuh relawan kemanusiaan untuk bergabung dalam gerakan sipil terbesar di dunia, Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, misi internasional untuk mematahkan blokade ilegal atas Gaza sekaligus menyalurkan bantuan langsung bagi warga Palestina yang tengah didera krisis hebat. 
Ikhtiar Menembus Jalur Laut dan Darat
Misi GSF 2.0 dijadwalkan memulai pelayaran perdana dari Pelabuhan Barcelona pada 12 April 2026. Armada laut yang terdiri dari lebih 100 kapal ini akan membawa sekitar 3.000 partisipan dari 100 negara. DT Peduli sendiri mengirimkan delegasi khusus yang akan bergabung dengan para aktivis kemanusiaan dunia di atas kapal tersebut.
Dalam persiapan misi bersejarah ini, Indonesia menunjukkan taringnya melalui peluncuran tiga kapal kemanusiaan yang siap menembus blokade Gaza. Menariknya, salah satu kapal tersebut diberi nama Farizal Rhomadhon. 
Selain armada laut, penguatan operasi juga dilakukan melalui jalur darat. DT Peduli menyiapkan sebanyak 10 truk kontainer berisi bantuan medis dan pangan, serta selimut musim dingin . Kesepuluh truk tersebut melengkapi total bantuan sebanyak 24 truk bantuan dari berbagai lembaga yang akan bergerak dari Mesir menuju pintu perbatasan Rafah menuju Gaza.
Direktur Utama LAZNAS DT Peduli, Jajang Nurjaman, menjelaskan bahwa GSF merupakan bukti nyata rasa cinta dan persaudaraan bangsa Indonesia terhadap Palestina.
"Kondisinya saat ini Palestina masih diblokade, masih digenosida, dan Al-Aqsa ditutup. GSF ini adalah ikhtiar global menggunakan jalur darat dan laut untuk menembus blokade tersebut. Indonesia mengirimkan kapal melalui patungan berbagai lembaga, dan kami mengirimkan tenaga medis serta peserta umum di dalamnya," ujar Jajang. 
Ketua Yayasan DT Peduli, Muhammad Ruly Asana, dalam sambutan pelepasannya menitipkan pesan agar para relawan senantiasa menjaga niat dan nama baik.
"Semoga ini menjadi panggilan kemanusiaan yang sukses. Jangan lupa selalu ingat kepada Allah dan selalu berbagi karena kita tidak mungkin sendiri. Jaga nama baik pribadi, lembaga, dan tentu saja nama baik bangsa Indonesia di kancah internasional," pesan Ruly.
"Kita yang Butuh Palestina"
Director of Impact and Civilization DT Peduli, Fahrizal Amir, mengingatkan kembali filosofi "Semut Ibrahim". Ia menegaskan bahwa sekecil apa pun ikhtiar yang dilakukan, sangatlah berarti di mata Allah SWT.
"Palestina adalah amanah bagi kita semua. Sekecil apa pun ikhtiar kita sangat berarti; apakah itu berbagi informasi, berdonasi, atau terjun langsung. Sejatinya, kita yang butuh Palestina untuk menolong diri kita sendiri di hadapan Allah nanti," tegas Amir. DT Peduli pun menargetkan donasi sebesar Rp5 miliar untuk mendukung operasional dan pengadaan logistik misi ini.
Senada dengan hal tersebut, Muhammad Ihsan, Direktur Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) DT Peduli yang akan mengawal truk bantuan dari Mesir, menyampaikan pesan emosional. Baginya, gerbang Rafah bukan sekadar pintu logistik, melainkan pintu harapan agar hati masyarakat Indonesia dan rakyat Gaza terus bersatu. 
"Hayu kita terus suarakan Palestina. Jangan sampai narasi ini mati," pungkas Amir.
Baca juga: DT Peduli Lepas Relawan untuk Misi GSF 2.0 ke Gaza
Penyunting: Agus ID