Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – DT Peduli menyatakan kesiapan untuk mendukung pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di Gaza yang digagas oleh Maemuna Centre, sebuah organisasi kemanusiaan yang berfokus pada peran perempuan memberikan bantuan ke Palestina.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Yayasan DT Peduli, Muhammad Bachrul Asana atau Ruly, usai pertemuan dengan Maemuna Centre pada Rabu (20/8/2025).
Ketua Maemuna Centre, Onny Firyanti Hamidi, menjelaskan bahwa pembangunan RSIA ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi ibu dan anak di Gaza yang menjadi kelompok paling rentan di tengah konflik berkepanjangan.
“Alhamdulillah, DT Peduli rencananya juga sudah ingin bekerja sama dengan kita, mudah-mudahan bisa segera terealisasi. Kebetulan dulu DT Peduli juga ada di Jordan, dan kita juga punya jaringan di sana. In syaa Allah kolaborasi ini bisa berjalan, termasuk dukungan dari DT Peduli dalam aspek arsitektur rumah sakit,” ujar Onny.
Ia menambahkan, rumah sakit yang akan dibangun terdiri dari empat lantai dengan satu basement, berlokasi di Gaza Utara tepat di depan Rumah Sakit Indonesia. Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp400 miliar, termasuk untuk pengadaan peralatan medis.
“Target utamanya adalah ibu dan anak, sekitar 70 persen. Karena itu, rumah sakit ini diharapkan bisa menjadi solusi nyata dalam membantu mereka. Mohon doanya agar pembangunan ini bisa berjalan lancar,” lanjutnya.
Ruly menegaskan komitmen DT Peduli untuk terus memperjuangkan hak-hak warga Palestina, termasuk melalui pembangunan fasilitas kesehatan.
“Selama ini masyarakat Indonesia sebenarnya sudah sangat tergugah untuk membantu Palestina, hanya saja mereka membutuhkan kanal yang tepat untuk menyalurkan kepeduliannya. DT Peduli hadir untuk menjembatani itu,” kata Ruly.
Ia mengungkapkan, proyek pembangunan RSIA Gaza telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan Gaza dan pemilik lahan yang telah menyediakan tanah seluas 6.000 meter persegi.
“Ini sudah gayung bersambut antara pihak Palestina dan Indonesia. Tinggal bagaimana kita di Indonesia bisa mengupayakan bantuan agar pembangunan segera terealisasi. Bantuan yang dibutuhkan bisa berupa dana, doa, maupun tenaga medis dan teknis seperti arsitektur dan desain engineering,” jelasnya.
Ruly menambahkan, saat ini tim Maemuna Centre berada di Amman, Yordania, untuk menjajaki vendor pembangunan. DT Peduli juga sedang berada di Yordania, mengirimkan tim di lapangan untuk penyaluran bantuan untuk pengungsi Palestina di Kamp-kamp pengungsian.
“Insya Allah setelah ada MoU, kita akan membahas lebih detail tahapan-tahapan yang perlu dilakukan. Harapan kita, jika gencatan senjata permanen dapat tercapai, pembangunan rumah sakit ini bisa segera dimulai,” tutupnya.
Editor: Agus ID