Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | ACEH TAMIANG – DT Peduli melaksanakan perencanaan kolaboratif melalui survei partisipatif sebagai bagian dari perencanaan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Bandar Mahligai, Aceh Tamiang.
Survei partisipatif ini menghasilkan pemetaan sosial, ekologi, dan kebencanaan guna mengidentifikasi kondisi aktual wilayah terdampak, sekaligus menilai potensi serta kendala pengembangannya ke depan. Hasil pemetaan ini menjadi dasar agar pembangunan hunian dilakukan secara aman, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan survei juga dilakukan untuk memverifikasi hasil penelitian Cut pada tahun 2020 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait peta wilayah berbahaya akibat banjir bandang berdasarkan Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Dengan adanya survei lengkap ini akan dilakukan penataan pola green belt, serta penetapan zona aman tanpa bangunan sejauh 100 meter dari bibir sungai,” ujarnya.
Menurutnya, penataan ruang berbasis mitigasi bencana penting agar hunian yang dibangun tidak hanya layak huni, tetapi juga mampu meminimalkan risiko ketika terjadi bencana serupa di masa mendatang.
Pada Kamis (15/1/2026), tim relawan ahli DT Peduli bidang arsitektur dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB Bandung turut terjun langsung ke lokasi untuk melakukan kajian teknis dan sosial.

“Saat ini akan ada penyesuaian model rumah karena budaya masyarakat yang pasti sulit jika dipindahkan,” jelasnya.
Melalui kolaborasi para ahli, tokoh masyarakat, dan warga, DT Peduli berharap pembangunan Huntara dan Huntap dapat menjadi solusi jangka panjang yang aman, manusiawi, serta ramah lingkungan.
Penyunting: Agus ID