Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG — DT Peduli Bandung menggelar Program Sosialisasi Pendayagunaan bersama 20 Petani Kopi di Madrasah Al Amal, Desa Mekarsari, Kabupaten Bandung, pada Rabu (19/11/25).
Kegiatan ini menghadirkan Kepala KL DT Peduli Bandung, Staf Program DT Peduli Bandung, perangkat desa, ketua kelompok tani, dan para petani kopi yang selama ini mengelola lahan Perhutani di kawasan Gunung Tilu.
Sosialisasi ini merupakan langkah awal untuk menggali dan mengembangkan potensi besar Desa Mekarsari, yang dikenal sebagai sentra perkebunan kopi.
Acara dibuka dengan pemaparan tahapan program, mulai dari assesmen, survei lapangan, pembentukan kelompok, pengadaan fasilitas pengolahan, hingga pendampingan dan persiapan launching program.
Salah seorang petani, Kusnadi mengatakan bahwa, selama ini sebagian besar petani masih menjual cherry kopi secara tradisional kepada bandar dengan pendapatan rata-rata Rp 1.000.000 –1.500.000 per bulan. Minimnya fasilitas pengolahan, belum adanya pemasaran produk turunan, serta ketergantungan pada penjualan cherry menjadi penyebab rendahnya nilai ekonomi kopi setempat.
“Alhamdulillah para petani bisa memaksimalkan lahan dengan lebih baik. Mudah-mudahan pembinaan dari DT Peduli ini bisa terus berlanjut dan memberi manfaat bagi kami semua,” harap Kurnadi.
Melalui program ini, DT Peduli Bandung bersinergi dengan Pemerintah Desa Mekarsari dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas petani, mengembangkan produk olahan bernilai tambah, memperluas jaringan pemasaran, serta membentuk kelompok petani binaan yang lebih kuat dan produktif.
Baca juga: Kuatkan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal, DT Peduli Bandung Bahas Pendayagunaan Petani Kopi Mekarsari
Penulis: Tim DT Peduli Bandung
Editor: Putri Cahyu Islamy