Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BARITO KUALA – Di sebuah sudut Kabupaten Barito Kuala, deru mesin klotok di kejauhan menjadi saksi bisu perjuangan para penjaga wahyu. Selama dua dekade, TPQ Al-Mujahidin telah berdiri kokoh, mencetak generasi pencinta Al-Qur’an di tengah keterbatasan. Namun, di balik semangat yang membara, ada pilu yang tersimpan, yakni lembaran-lembaran Al-Qur’an yang mereka gunakan kini telah usang, menguning, bahkan banyak yang tak lagi utuh.
Memanfaatkan momentum kemuliaan Bulan Rajab, bulan yang menjadi pintu gerbang menuju Ramadhan, pada Selasa (6/1/2026), DT Peduli Kalimantan Selatan (Kalsel) hadir membawa amanah dari para donatur. Melalui Program Penyaluran Qur’an Wakaf, secercah harapan baru dihantarkan langsung ke tangan para santri di sekolah Al-Qur'an yang telah berkhidmat selama 20 tahun tersebut. 
"Bulan Rajab adalah saatnya kita menanam benih kebaikan. Kami ingin memastikan bahwa di TPQ yang sudah melegenda selama 20 tahun ini, tidak ada lagi santri yang kesulitan membaca kalam Allah karena fasilitas yang rusak," ujar Khaier, perwakilan DT Peduli Kalsel di lokasi.
Salah satu santriwati, Denisa (11 tahun), tak mampu menyembunyikan binar matanya saat mendekap erat mushaf wakaf barunya.
"Biasanya ulun (saya) mengaji pakai Qur'an yang lembarannya sudah lepas-lepas, jadi sering tertukar halamannya. Apalagi ini bulan Rajab, ulun ingin sekali khatam sebelum masuk Ramadhan. Terima kasih donatur DT Peduli, Al-Qur'an ini harum dan tulisannya sangat jelas. Ulun jadi makin semangat mengaji untuk mendoakan abah dan mama," ungkap Denis dengan suara bergetar, penuh rasa syukurnya. 
Penyaluran ini merupakan bagian dari rangkaian program kemanusiaan DT Peduli dalam menyambut bulan suci.
“Mari jadikan setiap huruf yang mereka baca sebagai aliran pahala jariyah yang tidak akan terputus bagi kita semua,” pungkas Khaier
Baca juga: Tutup Tahun 2025, DT Peduli Bekasi Kobarkan Semangat Menghafal Al-Qur'an bagi Santri Pelosok
Penulis: Hery
Penyunting: Agus ID