Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Menjemput Berkah Qurban di Sungai Harimau Tandang
 

 

Menjemput Berkah Qurban di Sungai Harimau Tandang

Dipublish pada:

11 May 2026


DTPEDULI.ORG | OGAN ILIR – Matahari pertengahan April baru saja meninggi saat tim DT Peduli Sumatera Selatan (Sumsel) membelah jalanan darat dari pusat Kota Palembang. Butuh waktu satu setengah jam perjalanan untuk mencapai titik pemberhentian di Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir. 

Perjalanan tak berhenti di sana. Sebuah perahu getek telah menanti untuk membawa tim menyusuri kanal-kanal sungai menuju sebuah wilayah yang seolah terisolasi oleh air: Dusun 3, Harimau Tandang Laut.

survei sungai tandang harimau.jpg 347.13 KB
Suara mesin getek menderu pelan di tengah keheningan rawa. Selama 15 menit, Arfahmi yang akrab disapa Mimi, Staf Corporate Fundraising DT Peduli, menatap deretan rumah panggung yang mulai tampak di kejauhan. Rumah-rumah itu berdiri tegak di atas air, dengan teras yang terbuat dari jalinan bambu, dinding kayu, dan atap rumbia yang bersahaja. 

“Beginilah lokasinya, Ayah dan Bunda. Kita sedang melakukan survei untuk rencana penyaluran Qurban Impact tahun 2026,” ujar Mimi sambil merekam suasana sekitar melalui kamera ponselnya pada Selasa (14/4/2026). 

Sepiring Daging yang Menjadi Mimpi 

Di Harimau Tandang Laut, terdapat sekitar 130 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di enam dusun. Kehidupan di sini sangat bergantung pada ritme alam. Mayoritas warga adalah pencari ikan yang menggantungkan nasib pada aliran sungai. Jika musim kemarau tiba dan air surut, barulah mereka beralih profesi menjadi pengolah sawah tadah hujan.

survei sungai tandang harimau 2.jpg 191.45 KB
Ada cerita getir setiap kali Iduladha tiba. Di wilayah yang terbagi dalam beberapa dusun ini, kemeriahan qurban sering kali hanya menjadi pemandangan jauh. Akses yang sulit membuat para pequrban jarang melirik tempat ini. 

“Tahun lalu, di sini hanya ada qurban satu ekor kambing. Itu pun harus dibagi untuk 40 orang. Bayangkan, setiap orang mungkin hanya mendapatkan satu atau dua ons daging,” cerita Mimi dengan nada prihatin. 

Bagi warga setempat, merasakan satu piring daging sapi yang empuk adalah kemewahan yang langka. Belum pernah sekalipun ada penyembelihan sapi di dusun ini. Jarak antar-dusun yang dipisahkan sungai juga menjadi kendala ibadah. Masjid utama terletak di Dusun 2, sementara warga di Dusun 5 dan 6 harus menumpang perahu getek untuk bisa melaksanakan salat berjamaah atau mengikuti prosesi qurban. 

Fokus pada Dusun Terluar 

Melihat kondisi tersebut, DT Peduli berkomitmen untuk membawa perubahan pada Iduladha 1447 H mendatang. Fokus utama penyaluran akan diarahkan ke Dusun 5 dan 6 yang selama ini paling jarang tersentuh bantuan.

survei sungai tandang harimau 5.jpg 250.96 KB
Ketua RT setempat menyambut hangat kedatangan tim survei. Baginya, kehadiran DT Peduli membawa secercah harapan bahwa tahun ini, warganya tidak lagi harus berebut potongan kecil daging kambing. 

“Kami melihat langsung kondisi rumah dan denyut nadi masyarakat di sana. Lokasi ini sangat layak untuk dibantu, apalagi dengan latar belakang ekonomi masyarakatnya yang prasejahtera. Bismillah, insyaallah kita akan usahakan Qurban di sini,” tutur Mimi saat dihubungi kembali pada Senin (11/5/2026). 

Qurban Impact, Menebar Manfaat hingga Pelosok 

Program Qurban Impact yang diusung DT Peduli memang dirancang untuk menjangkau wilayah-wilayah "blank spot" seperti Harimau Tandang Laut. Bukan sekadar menyalurkan daging, program ini bertujuan memberikan dampak kebahagiaan yang nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, yang selama ini hanya bisa melihat sukacita Iduladha dari kejauhan. 

survei sungai tandang harimau 4.jpg 151.56 KB
Mimi berharap, para donatur dapat ikut terlibat dalam misi kemanusiaan ini. Kesenjangan akses protein hewani di pelosok negeri hanya bisa dijembatani dengan semangat kepedulian kolektif. 

“Yuk, qurban bersama DT Peduli sampai ke pelosok negeri. Semoga ada rezeki bagi saudara-saudara kita di sini untuk bisa merasakan nikmatnya hewan qurban tahun 2026. Sampai bertemu di hari raya qurban nanti,” pungkas Mimi menutup kunjungannya. 

Saat perahu getek mulai menjauh meninggalkan tepian Harimau Tandang, lambaian tangan Pak RT masyarakat dusun menjadi pengingat bahwa di sudut Ogan Ilir ini, ada harapan yang harus ditunaikan. Sebuah janji untuk kembali membawa keberkahan di hari raya qurban yang akan datang.  

Baca juga: Bangkitkan Ekonomi Pascakebakaran, DT Peduli Sumbar bersama Telkom Witel Sumbar Jambi Lakukan Survei ke Pasar dan Losmen di Payakumbuh 

Penyunting: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator