Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Global Sumud Flotilla (GSF) mengecam tindakan pejabat Israel yang secara terbuka menyebarkan video penahanan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap para relawan kemanusiaan internasional yang ditahan di perairan internasional saat mencoba menembus blokade Gaza. 
Video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, memperlihatkan para relawan GSF dalam kondisi tangan terikat, mata tertutup, dan dipaksa berlutut di atas beton. Mereka juga mengalami kekerasan fisik dan verbal setelah ditangkap saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
“Para relawan ditahan secara ilegal di perairan internasional hanya karena berupaya menantang blokade ilegal dan genosida di Gaza,” tulis GSF dalam pernyataannya.
Selain itu, Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, juga merekam video yang memperlihatkan para tahanan dipaksa mendengarkan lagu kebangsaan Israel secara berulang-ulang. Dalam video tersebut, Regev disebut mengatakan bahwa tindakan itu dilakukan agar para relawan,“memahami apa yang terjadi kepada mereka yang datang ke Negara Israel dengan cara seperti ini”.
GSF menilai tindakan para pejabat Israel itu menunjukkan adanya rasa kebal hukum yang semakin terbuka di hadapan dunia internasional.
“Mereka bukan terganggu karena adanya penyiksaan dan penghinaan terhadap manusia, tetapi terganggu karena kekerasan itu terlihat terlalu jelas di mata dunia,” lanjut pernyataan tersebut.
GSF juga menyoroti respons sejumlah pejabat Israel lainnya setelah video tersebut menuai sorotan internasional. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menyebut publikasi video itu merugikan, sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan tindakan tersebut tidak sejalan dengan “nilai-nilai Israel”.
Menurut GSF, pernyataan itu dinilai penuh kemunafikan karena dilakukan di tengah operasi militer yang terus berlangsung di Gaza dan wilayah Palestina lainnya.
“Mereka tidak terganggu oleh kejahatan itu sendiri. Mereka terganggu karena dunia melihat dengan jelas kebrutalan yang selama ini terjadi,” tulis GSF.
GSF menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera menjatuhkan sanksi, embargo senjata, isolasi diplomatik, serta proses hukum internasional terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas genosida, blokade, penyiksaan, dan penahanan sipil secara ilegal.
GSF juga menegaskan bahwa sejarah akan mencatat bukan hanya pelaku kejahatan, tetapi juga pihak-pihak yang memilih diam di tengah penderitaan rakyat Palestina.
“Sejarah tidak hanya akan mengingat mereka yang melakukan kejahatan ini, tetapi juga setiap pemerintah yang menyaksikan kejadian tersebut secara langsung dan memilih untuk bersekongkol daripada bertindak berani,” tegas GSF dalam pres rilis tersebut.
Baca juga: Militer Israel Cegat Armada GSF 2.0, Seluruh Relawan WNI Ditahan
Penyunting: Agus ID