Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Militer Israel Cegat Armada GSF 2.0, Seluruh Relawan WNI Ditahan
 

 

Militer Israel Cegat Armada GSF 2.0, Seluruh Relawan WNI Ditahan

Dipublish pada:

21 May 2026


DTPEDULI.ORG | JAFFA – Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan telah menghentikan paksa seluruh armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang berupaya menembus blokade laut Gaza, Rabu (20/5/2026). Lebih dari 400 aktivis internasional, termasuk seluruh delegasi relawan dan jurnalis asal Indonesia, kini ditahan dan dibawa menuju wilayah Israel. 

Informasi dari panitia GSF menyebutkan bahwa Kapal Lina dan Kapal Kasri Sadabad menjadi dua kapal terakhir yang dicegat militer Israel di perairan internasional pada Rabu (20/5/2026) dini hari WIB. Di dalam Kapal Kasri Sadabaad, terdapat relawan kemanusiaan Indonesia di antaranya Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo.

HASBUNALLAH 9 WNI DICULIK (1).jpg 2.21 MB
Beberapa jam sebelumnya, pasukan komando Israel juga membajak Kapal Zefiro yang membawa dua relawan kemanusiaan lainnya, yakni Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu. 

Pencegatan beruntun ini bermula pada Senin (19/5/2026) sore WIB, saat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menguasai Kapal Josef yang dinaiki relawan kemanusiaan Andi Angga Prasadewa. Pada malam harinya, Israel menahan jurnalis Republika Bambang Noroyono di Kapal BoraLize, serta jurnalis Republika Thoudy Badai, jurnalis Tempo Andre Prasetyo, dan dan jurnalis epas Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk. 

The Times of Israel melansir bahwa pasukan komando mereka telah mencegat seluruh armada yang berjumlah lebih dari 50 kapal tersebut. Siaran langsung di situs resmi GSF sempat memperlihatkan tentara Israel menaiki kapal secara paksa saat para peserta mengenakan jaket pelampung dan mengangkat tangan, sebelum akhirnya kamera-kamera di kapal dirusak oleh tentara. 

“Flotilla pencitraan lainnya telah berakhir,” tulis Kementerian Luar Negeri Israel melalui akun resmi X mereka. 

Israel mengklaim telah memindahkan 430 aktivis ke kapal militer mereka untuk dibawa ke daratan Israel guna dipertemukan dengan perwakilan konsuler masing-masing negara. Pihak Israel menuduh armada kemanusiaan ini sebagai aksi propaganda yang melayani Hamas dan menegaskan akan terus mempertahankan blokade laut Gaza. 

Aksi kekerasan ini memicu reaksi keras internasional. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyerukan peninjauan mendesak terhadap penggunaan kekuatan oleh Israel setelah adanya laporan bahwa tentara Israel menembakkan peluru ke arah kapal flotilla. 

Penyelenggara misi mengonfirmasi sedikitnya lima kapal ditembaki hingga mengalami kerusakan. Namun, pihak Israel membantah penggunaan amunisi tajam dan berkilah hanya menggunakan metode "non-mematikan". 

Menurut data navigasi GSF, militer Israel menghadang armada ini di perairan internasional, sekitar 167 mil atau 268 kilometer dari pesisir Gaza, setelah bertolak dari Turki pekan lalu. 

Saat ini, pihak Global Sumud Flotilla mendesak pemerintah dan para pemimpin dunia untuk menuntut pembebasan segera tanpa syarat bagi seluruh aktivis, serta memastikan mereka mendapatkan jaminan bantuan hukum dan akses konsuler tanpa penundaan. 

Baca juga: Tentara Zionis Israel Culik Lima WNI Rombongan GSF 2.0 

Sumber: Republika.co.id 

Penyunting: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator