Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | FLORES TIMUR – Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Kabupaten Lembata dan Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Gempa berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi pada Rabu (8/3/2026) pukul 23.17 WIB di Lembata, disusul gempa susulan besar pada Kamis (9/4/2026) pukul 00.15 WITA di Flores Timur.
Hingga Senin (20/4/2026), aktivitas gempa susulan masih terus terjadi meski dengan intensitas yang lebih kecil. Gempa dangkal dengan kedalaman sekitar 5 kilometer ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif, sehingga getarannya terasa kuat di permukaan dan menimbulkan kerusakan signifikan.
Dampak gempa dirasakan luas oleh masyarakat, khususnya di Kecamatan Adonara Timur, meliputi Desa Terong dan Desa Lamahala, serta wilayah Solor Timur dan Solor Barat. Puluhan rumah dilaporkan roboh di Desa Terong, sementara ratusan rumah lainnya di Flores Timur mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Selain itu, sejumlah fasilitas pendidikan dan tempat ibadah turut terdampak. 
Menanggapi kondisi tersebut, DT Peduli bergerak cepat melakukan asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, BPBD, serta relawan. Bantuan darurat berupa sembako dan tenda telah didistribusikan kepada para penyintas yang saat ini masih bertahan di pengungsian darurat.
Relawan DT Peduli, Muhammad Lusi, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban para korban.
“Alhamdulillah, amanah dari para donatur telah kami salurkan dalam bentuk sembako dan pemasangan tenda darurat bagi warga terdampak,” ujarnya.
Kondisi di lapangan menunjukkan banyak warga masih tidur di ruang terbuka dengan beralaskan tikar seadanya. Salah satu penyintas, Maulud Umar, mengungkapkan bahwa sejak gempa terjadi, ia dan keluarganya terpaksa bertahan di luar rumah.
“Kami tidur beralaskan tikar dengan apa adanya, bahkan beratap langit,” tuturnya.
Kebutuhan mendesak saat ini meliputi tenda darurat, terpal, tikar, selimut, serta kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan obat-obatan. Meski BPBD telah hadir sejak hari kedua pascagempa, distribusi bantuan baru mencakup sekitar 20 persen dari total kebutuhan.
Para penyintas berharap bantuan dapat terus berdatangan. “Kami sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak agar bisa segera bangkit kembali,” ujar salah satu warga.
DT Peduli mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi membantu para penyintas gempa di NTT agar kebutuhan dasar mereka segera terpenuhi dan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
Baca juga: DT Peduli NTB Salurkan Fidyah Bagi Penyintas Gempa NTT
Penyunting: Agus ID