Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

DT Peduli Lubuklinggau Sampaikan Materi Nilai-Nilai Daarut Tauhiid pada Santri Baru Muslihan Islamic School
 

 

DT Peduli Lubuklinggau Sampaikan Materi Nilai-Nilai Daarut Tauhiid pada Santri Baru Muslihan Islamic School

Dipublish pada:

04 Aug 2026


DTPEDULI.ORG | LUBUKLINGGAU - Setiap perjalanan besar selalu diawali dengan satu langkah sederhana. Begitu pula perjalanan para santri baru Muslihan Islamic School yang memulai lembaran baru dalam menuntut ilmu melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selama lima hari, mulai Senin (6/7/2026) hingga Jumat (10/7/2026), para santri baru mengikuti rangkaian kegiatan MPLS yang diselenggarakan di Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) Lubuklinggau, Jalan Perumnas Rahmah, Kecamatan Lubuklinggau Selatan, Kota Lubuklinggau.

MPLS bukan sekadar agenda penyambutan santri baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi fase penting dalam mengenalkan budaya belajar, nilai-nilai kehidupan pesantren, serta membangun karakter islami yang akan menjadi bekal mereka selama menempuh pendidikan di Muslihan Islamic School.

DT Peduli Lubuklingau Ajarkan Nilai ke DTan 2.jpeg 87.38 KB

Sejak hari pertama, para santri diperkenalkan dengan lingkungan belajar, tata tertib pesantren, visi dan misi lembaga, hingga berbagai aktivitas yang akan menjadi bagian dari keseharian mereka. Beragam materi pembinaan disampaikan secara bertahap untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab, kedisiplinan, kepedulian, dan semangat ukhuwah di antara sesama santri.

Kegiatan MPLS turut melibatkan seluruh santri lama sebagai bagian dari proses pendampingan sehingga tercipta suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Para Asatidz Muslihan Islamic School juga berperan aktif memberikan pembinaan, motivasi, serta penguatan nilai-nilai keislaman kepada seluruh peserta.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, DT Peduli Lubuklinggau turut mengambil peran dengan menyampaikan materi mengenai nilai-nilai yang diajarkan dan menjadi pembiasaaan di Daarut Tauhiid.  Materi tersebut menjadi bekal bagi para santri untuk memahami pentingnya membangun karakter melalui keikhlasan, tanggungjawab, kedisiplinan, serta semangat memberikan manfaat bagi sesama. 

Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.

Suasana MPLS tidak hanya berlangsung di Muslihan Islamic School. Pada waktu yang sama, Baitul Qur'an (BQ) Akhwat juga menyelenggarakan kegiatan serupa yang diikuti oleh para santriwati baru. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan lingkungan pembelajaran sekaligus menyambut ustazah baru yang akan bergabung sebagai tenaga pendidik di BQ Akhwat.

DT Peduli Lubuklinggau Ajarkan Nilai ke DTan 1.jpeg 274.11 KB


Momen istimewa lainnya adalah terselenggaranya kegiatan silaturahim yang mempertemukan seluruh santriwati, para ustazah pengajar, serta Sudarsuh atau yang akrab disapa Ibu Sudarsih selaku muwaqif dan orangtua asuh santriwati BQ Akhwat. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah dan komunikasi, serta menyatukan komitmen dalam mendampingi proses pendidikan para santri.

Melalui silaturahim ini, para santriwati juga mendapatkan motivasi bahwa proses menghafal dan mempelajari al-Qur'an tidak hanya membutuhkan kesungguhan pribadi, tetapi juga dukungan dari lingkungan, para pendidik, serta para dermawan yang senantiasa membersamai perjalanan pendidikan mereka.

MPLS menjadi pintu awal bagi para santri untuk mengenal kehidupan pesantren yang sesungguhnya. Tidak hanya diarahkan untuk meraih prestasi akademik dan hafalan al-Qur'an, para santri juga dibimbing agar memiliki akhlak yang baik, jiwa kepemimpinan, kemandirian, serta kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan.

Muslihan Islamic School berharap seluruh rangkaian kegiatan MPLS ini mampu menjadi fondasi yang kuat bagi para santri baru dalam menjalani proses pendidikan. Semangat belajar, adab yang baik, dan kecintaan kepada al-Qur'an, diharapkan lahir generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Baca Juga : Menyusuri TPA Lubuk Binjai, DT Peduli Lubuklinggau Siapkan Kebahagiaan Muharram untuk Anak-Anak Dhuafa

Penulis : HQ. Staf CRM dan Marcom Lubuklinggau

Penyunting : Cristi A. Sarif 

Ditulis Oleh:

Administrator