Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | LUBUKLINGGAU - Di balik hamparan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Lubuklinggau, tersimpan kisah kehidupan yang penuh perjuangan. Di kawasan Kelurahan Lubuk Binjai, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, puluhan kepala keluarga hidup dan membesarkan anak-anak mereka di tengah keterbatasan, dan menjadikan aktivitas memulung sebagai sumber penghidupan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, DT Peduli Lubuklinggau melakukan kegiatan assessment dan survei lapangan sebagai langkah awal penentuan calon penerima manfaat Program Belanja Bahagia Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi langsung rumah-rumah warga yang berada di sekitar kawasan TPA untuk mendata anak-anak yang membutuhkan dukungan dan perhatian.
Dalam kunjungan tersebut, Tim DT Peduli Lubuklinggau menyaksikan secara langsung kehidupan masyarakat yang tinggal di hunian sederhana dengan fasilitas yang sangat terbatas. Sebagian anak tumbuh dan bermain di lingkungan yang berdampingan dengan tumpukan sampah, sementara orangtua mereka berjuang setiap hari mencari barang-barang bekas yang masih memiliki nilai jual demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Meski hidup dalam keterbatasan, senyum dan keceriaan anak-anak tetap terpancar saat menyambut kedatangan Tim DT Peduli. Bagi mereka, perhatian dan kepedulian yang hadir menjadi harapan bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap masa depan mereka.
Program Belanja Bahagia Muharram 1448 H dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Melalui program ini, para penerima manfaat akan diajak memilih dan membeli sendiri kebutuhan yang mereka perlukan, mulai dari perlengkapan sekolah, pakaian, hingga kebutuhan penunjang lainnya. Lebih dari sekadar bantuan, program ini bertujuan menghadirkan rasa bahagia, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat baru dalam menyambut Tahun Baru Islam.
Dimas, Penanggungjawab Program DT Peduli Lubuklinggau menyampaikan bahwa assessment dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan.
"Kami melihat langsung bagaimana anak-anak ini tumbuh di tengah berbagai keterbatasan. Namun di balik kondisi tersebut, mereka memiliki mimpi yang sama seperti anak-anak lainnya. Melalui Program Belanja Bahagia Muharram, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri, ada banyak orang baik yang peduli dan siap membersamai langkah mereka menuju masa depan yang lebih baik," ungkapnya pada Kamis (11/06/2026).
Baca Juga : DT Peduli Lubuklinggau Lakukan Asessment Calon Penerima Beasiswa Hingga ke Pelosok Musi Rawas
Penulis : H.Q / Staf CRM dan Marcom Lubuklinggau
Penyunting : Cristi A. Sarif