Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANJARMASIN - Di tengah tantangan zaman yang kian kompetitif, secercah harapan kembali benderang dari Ruang Aula Pembinaan Daarut Tauhiid (DT) Peduli Kalimantan Selatan (Kalsel) Pada Sabtu, (31/1), mahasiswa penerima beasiswa berkumpul bukan sekadar untuk menerima bantuan finansial, melainkan untuk menempa mental dan menyiapkan strategi menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
Dengan tajuk “Dari Kampus ke Dunia Nyata: Menata Diri dan Keuangan di Awal Karir,” DT Peduli Kalsel menghadirkan sosok inspiratif, Siti Mutmainnah, S.E., Ak., M.Ak., seorang pakar akuntansi yang juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pemberdayaan pemuda. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dan staf DT Peduli Kalsel, menambah suasana khidmat dan kekeluargaan.
Dalam sesi yang membakar semangat,Siti Mutmainnah menekankan bahwa kesuksesan setelah lulus kuliah tidak hanya ditentukan oleh indeks prestasi, melainkan oleh kecerdasan dalam mengelola diri dan finansial.
"Banyak anak muda terjebak dalam gaya hidup sebelum memiliki penghasilan yang mapan. Menata keuangan adalah bentuk syukur atas rezeki Allah. Jika kalian bisa mengelola yang sedikit saat mahasiswa, kalian akan amanah saat memegang yang besar di dunia kerja nanti," tegasnya di hadapan para mahasiswa yang menyimak dengan antusias.
Materi ini menjadi "oase" bagi para mahasiswa tingkat akhir yang mulai merasa cemas menghadapi transisi dari bangku kuliah menuju dunia profesional. Puncak haru menyelimuti ruangan saat DT Peduli Kalsel secara simbolis menyalurkan bantuan Pembayaran (Uang Kuliah Tunggsl) UKT Semester Genap.
Bagi para mahasiswa ini, bantuan tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan napas panjang bagi orangtua mereka di rumah, dan tiket untuk terus melangkah meraih cita-cita.
Nordiansyah, Pimpinan DT Peduli Kalsel menyampaikan bahwa pembinaan ini adalah komitmen lembaga untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki integritas dan kemandirian ekonomi.
Yolanda, Mahasiswa Beasiswa Semester Delapan mengungkapkan isi hatinya. “Jujur, beban pikiran saya tentang biaya kuliah semester ini sangat berat. Tapi hari ini, DT Peduli tidak hanya melunasi UKT saya, tapi juga membuka mata saya lewat materi Ibu Siti. Saya jadi sadar, menjadi sarjana bukan soal gaya-gayaan, tapi soal bagaimana kita siap bermanfaat dan mandiri secara finansial. Terima kasih donatur DT Peduli,” ungkapnya.
Selanjutnya, Dini, Mahasiswi Penerima Beasiswa DT Peduli juga menyampaikan kesannya. “Materi hari ini benar-benar membakar semangat saya. Saya belajar bahwa mengatur uang bukan soal pelit, tapi soal tanggungjawab. Terima kasih DT Peduli Kalsel yang selalu hadir menemani langkah kami, tidak hanya dengan materi, tapi juga dengan ilmu yang sangat mahal ini,” tuturnya.
DT Peduli Kalsel terus membuktikan bahwa zakat dan sedekah yang dikelola dengan amanah mampu melahirkan tunas-tunas bangsa yang tangguh. Dari Kalimantan Selatan, semangat ini terus berkibar, membangun umat, mendidik bangsa.
Baca Juga : Bentuk Wanita Tangguh, DT Peduli Kalsel Perkuat Mental Mahasiswi BESMA KU
Penulis : Hery
Penyunting : Cristi A. Sarif