Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | PALEMBANG – Bagi sebagian penerima manfaat, kantong daging qurban yang sampai ke tangan mereka bukan hanya soal isi paketnya. Tetapi tentang siapa yang sudah menempuh jauh, melintasi sungai di malam hari, demi memastikan amanah itu sampai. 
Membelah Keheningan Malam
Perjalanan dimulai dari Palembang menuju dermaga dengan menempuh jalur darat selama sekitar 2,5 jam. Sampai di dermaga, tim kemudian melanjutkan perjalanan lewat air menggunakan perahu getek, perahu tradisional khas perairan Sumatera Selatan, selama satu jam menuju lokasi Dusun Jungkal.
Sebagian besar perjalanan air dilakukan ketika hari sudah gelap. Tidak ada lampu jalan di atas air. Yang ada hanya rembulan yang menggantung di langit dan gemintang yang berkedip-kedip di kejauhan. 
Sesampainya di lokasi, tim menyalurkan 170 paket daging qurban, masing-masing berisi sekilogram daging sapi, kepada warga Dusun Jungkal, sebuah dusun baru kemasukan aliran listrik dalam beberapa tahun terakhir. Dusun Jungkal masih sangat bersandar pada cahaya alami dan kesederhanaan hidup.
Sambutan Hangat
Kehadiran tim DT Peduli disambut dengan kehangatan yang khas masyarakat pinggiran sungai. Ambo, salah satu tokoh masyarakat Dusun Jungkal, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah qurban yang sampai hingga ke kampungnya.
"Saya mewakili masyarakat Dusun Jungkal mengucapkan ribuan terima kasih kepada DT Peduli yang telah menghadirkan kasih sayang dari Allah, yang membagikan daging qurban ini. Yang sudah jauh-jauh dari Palembang, dan naik getek, dan malam-malam pulo (juga). Kami sangat bersyukur, mohon maaf kalau dak katik penyambutan, ataupun pelepasan (kalau tidak ada penyambutan ataupun pelepasan). Mak ini lah kami, hubungan kami," ujar penuh haru.
Ambo juga menyampaikan doa serta sedikit harapan dengan cara yang penuh kehangatan disertain senyuman, “Kami juga berdoa semoga Allah memberikan semuanya kesehatan, panjang umur, semoga tahun depan biso dapet lagi (bisa dapat lagi). Tapi cuman sikok pesanku, jangan malam, siang-siang bae (cuma satu pesanku, jangan malam, siang-siang saja).”
Pesan kecil yang terdengar lucu, tetapi juga menyimpan kepedulian yang dalam seorang tokoh masyarakat yang mengkhawatirkan keselamatan tim relawan yang sudah jauh-jauh datang.
Hal serupa disampaikan oleh Almunip, Ketua RT setempat, yang juga turut menyambut tim DT Peduli. Menurutnya, kehadiran 170 paket daging qurban tahun ini menjadi sangat berarti bagi warga
“Terima kaseh atas kedatangan bapak ibu relawan DT Peduli yang sudah ngirim daging qurban untuk kami. Semoga yang berqurban dilancarkan rezekinya, berkah, bermanfaat. Untuk di sini biasonyo cumin ado sikok sapi (biasanya hanya ada satu sapi), yang dibagikan ke lebih dari 115 KK," ungkapnya. 
"Jazakumullah khoir untuk para muqorrib, yang selalu mempercayakan kami. Saat ini kami menyalurkan ke daerah yang hanya bisa dijangkau perahu, dan kami mendapatkan informasi di dusun ini baru masuk listrik dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Joni.
Baca juga: Ratusan Tangan Tebar Kebaikan Qurban Pegadaian Sumbagsel
Penulis: Yurid Alam
Penyunting: Agus ID