Selamat Jalan Sofyan, Penderitaanmu Kini telah Usai

Sofan Sofyan, nama yang disematkan kedua orangtuanya kepada bayi malang ini. Kelahirannya yang dinantikan merupakan anugerah di tengah keluarga kecil Rika, perempuan yang melahirkannya. Seperti bayi pada umumnya, Sofyan terlahir sehat, lucu, dan menggemaskan. Sayangnya, di usianya yang baru menginjak 3 bulan, Sofyan mengalami gejala aneh.

"Saat usia 3 bulan, Sofi (Sofan Sofyan) terus rewel,” ungkap Rika sambil meneteskan air matanya.

Gejala aneh tersebut berlanjut pada kepalanya yang menampakkan urat-urat tak biasa. Semakin lama, kepala Sofyan semakin membesar. Sofyan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan. Setelah diperiksa, dokter mendiagnosa bayi mungil tersebut terkena penyakit hidrosefalus.

Hidrosefalus adalah penumpukan cairan di rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan pada otak. Biasanya, penyakit ini terjadi pada bayi dan anak-anak.

Penderitaan Rika kian bertambah. Ayahnya Sofyan yang dulu menyayangi Sofyan, tak mau menerima kondisi Sofyan. Ia memilih pergi meninggalkan Sofyan dan istrinya tanpa alasan yang jelas.

Sofyan kini hanya memiliki seorang Ibu yang tetap tulus merawatnya. Sebagai seorang ibu, Rika tentu akan melakukan apapun demi kesembuhan Sofyan, sekalipun harus berhutang dan meminta bantuan melalui sosial media. Rika tak pernah kehabisan cara untuk bisa menyembuhkan penyakit yang diderita anak semata wayangnya itu.

"Ibu merawat Sofi seorang diri. apapun sudah ibu lakukan demi kesembuhan Sofi. Ibu harus kuat melihat Sofi menjerit kesakitan saat dipasang selang dan dioperasi,” ungkap Rika sambil tak kuasa menahan tangisnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap Sofyan, Daarut Tauhiid (DT) Peduli Sumatera Utara (Sumut) membantu kesembuhan Sofyan dan memenuhi kebutuhannya. Tak hanya itu, DT Peduli Sumut juga membantu Rika melalui bantuan modal usaha.

Pascaoperasi, Sofyan harus ikut ibunya berjualan es tebu di depan Rumah Sakit Mitra Medica Medan, tepat di Jalan Yos Sudarso. Sofyan harus kepanasan demi menemani ibunya mencari nafkah. Dikatakan Rika, Sofyan terpaksa dibawa berjualan karena tak ada yang bisa membantunya menjaga Sofyan.

Fisik Sofyan memang lemah, tetapi ia merupakan jalan bagi ibunya untuk bersabar dengan takdir yang kini harus dilaluinya. Kini usia Sofyan sudah genap 2 tahun, namun ternyata bayi mungil tersebut akhirnya dipilih Allah untuk berada di sisi-Nya.

Sofyan meninggal dunia pada Rabu (30/10), saat menemani ibunya berjualan es tebu. Kini Sofyan tak menderita lagi, ia telah berpulang ke pangkuan-Nya dengan sejuta kenangan bagi orang-orang yang menyayanginya.

“Terima kasih untuk seluruh donatur DT Peduli Sumut yang turut membahagiakan Sofyan. Sofyan pernah tersenyum dan tertawa melihat keikhlasan para donatur yang telah memberikan donasinya untuk kesembuhan Sofyan,” ujar Kepala DT Peduli Sumut, Sutrisno. (Kustriawan)