Terlahir
sebagai tunarungu, tidak membuat Panji Surya Putra Sahetapy atau biasa dikenal
sebagai Surya Sahetapy patah semangat menjalani hidupnya. Putra bungsu dari
Dewi Yull dan Ray Sahepaty itu banyak menoreh prestasi yang membanggakan. Surya
Sahepaty baru saja menyelesaikan pendidikan S2 di Rochester Institute of
Technology (RIT) 2023. Surya mengambil Jurusan Pendidikan untuk Tuli dan
Sulit Mendengar. Siapa sangka, ia lulus dengan meraih 3 penghargaan sekaligus. International
Student Outstanding Service Award, NTID Graduate College Delegate, serta The
Outstanding Graduating Student Award in The Master’s Degree. Sebelumnya,
Surya Sahepaty menyelesaikan pendidikan S1 di kampus yang sama dan mendapat
beasiswa penuh dari Sasakawa De Caro RITNTID atau Nippon Foundation. Surya
menilai kesuksesan yang diraihnya tak lepas dari peran mendiang kakaknya, Gisca
Putri Agustina Sahetapy. Ia juga mendedikasikan semua hasil karyanya itu untuk
Gisca. “Saya ingin
mendedikasikan hasil belajar saya untuk almarhumah kakak perempuan tuli saya,
Gisca,” tulisnya di akun instagram terverifikasi miliknya, Sabtu (3/6/2023). Dalam
postingan tersebut, Surya Sahepaty mengenang kebersamaannya bersama sang kakak
saat masih kecil. Apalagi kakaknya itu memiliki keterbatasan yang sama, tidak
dapat mendengar alias tuli. “Pada saat
saya masuk sekolah umum, pihak sekolah mensyaratkan agar saya mempelajari
tulisan Bahasa Arab. Ketika Gisca melihat saya sedang mempelajarinya, dia
meminta saya untuk mengajarkannya setelah saya menguasainya. Saya berusaha
sebaik mungkin untuk mengajarkannya dengan bahasa isyarat,” kenang Surya. Sosok
Aktivis Tuli Berprestasi Kepengurusan
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 2019 hingga 2023 yang dipimpin
Marciano Norman sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Marciano
melibatkan figur difabel yakni Panji Surya Sahepaty. Surya
ditunjuk sebagai Wakil IV Bidang Media dan Publisitas bersama artis senior Ayu
Dia Pasha. Dipimpin oleh Ketua SIWO Pusat AA GWA Ariwangsa. Surya sudah
lama dikenal di Indonesia sebagai aktivis tunarungu. Surya sebelumnya mewakili
Anak Indonesia Berkebutuhan Khusus (ABK) di Global IT for Youth with
Disabilities Bangkok, Thailand pada tahun 2013. Surya juga
pernah bertemu dengan Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip, serta Adipati
Edinburgh ketika mewakili Indonesia. Ia secara aktif mempromosikan bahasa
isyarat yang penting bagi tunarungu. Surya
diundang oleh Ratu Elizabeth II ke London, Inggris, untuk menghadiri jamuan
makan malam pada acara The Event Celebrated Our Work Towards a World Where
Every Person is Equaly Valued. Pada Asian
Games 2018, Surya Sahepaty juga didapuk sebagai pembimbing Presiden Jokowi
mengajarkan bahasa isyarat. Bahkan, Surya juga pernah menjadi salah satu
penampil di pembukaan Asian Games 2023 bersama aktor Reza Rahardian. Ia pernah
menjadi pembicara di VII World Congress of The World Federation of The Deaf
di Istanbul, Turki. Bahkan,
Surya menjadi delegasi tunarungu Indonesia untuk berkunjung ke markas NASA di
Amerika Serikat. Keterbatasan bukanlah kendala bagi Surya Sahepaty.
Bahkan, ia bisa membuktikan dengan meraih banyak prestasi membanggakan dan
melangkah jauh merengkuh cita-citanya. Motivasi untuk Berkembang Surya terinspirasi dari pertemuan dengan dua atau tiga
orang teman tuli yang usianya lebih tua darinya dan tidak bisa membaca. Dari
situlah ia termotivasi untuk berkembang lebih jauh. Tekadnya agar bisa hidup mandiri semakin kuat.
Surya berusaha mencari lingkungan yang positif dan mendukung. Termasuk bertemu
dengan teman-teman tuli lainnya, profesional di bidang tertentu, serta orang
lain. Surya juga menyadari bahwa menemukan tempat dan
lingkungan positif yang mendukung penyandang difabel tidaklah mudah. Menurutnya
jika tidak ada motivasi dari orang lain, setidaknya harus ada motivasi dari
diri sendiri. Ada pun yang terpenting bagi Surya, jangan menunggu
kesempatan itu datang. Ia menilai, sulit bagi seseorang untuk berkembang jika
terus menunggu tanpa ada usaha menciptakan kesempatan tersebut. Pesannya, kegagalan dalam menjalani proses adalah hal
lumrah. Justru memberikan masukan kepada diri sendiri agar bisa melangkah maju.
Dan jangan sampai melupakan untuk membuat target atau tujuan dalam hidup.
Surya menyadari bahwa penyandang difabel memiliki beragam
motivasi. Namun, amatlah penting untuk terus mengembangkan diri dengan
menggunakan teknologi, internet, dan buku sebagai media pembelajaran. Penulis: Dian Safitri.
Ditulis Oleh:
Administrator