Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Sejak Lahir Tuli, Surya Sahepaty Toreh Prestasi Membanggakan
 

 

Sejak Lahir Tuli, Surya Sahepaty Toreh Prestasi Membanggakan

Dipublish pada:

28-Nov-23
Terlahir sebagai tunarungu, tidak membuat Panji Surya Putra Sahetapy atau biasa dikenal sebagai Surya Sahetapy patah semangat menjalani hidupnya. Putra bungsu dari Dewi Yull dan Ray Sahepaty itu banyak menoreh prestasi yang membanggakan.  Surya Sahepaty baru saja menyelesaikan pendidikan S2 di Rochester Institute of Technology (RIT) 2023. Surya mengambil Jurusan Pendidikan untuk Tuli dan Sulit Mendengar. Siapa sangka, ia lulus dengan meraih 3 penghargaan sekaligus. International Student Outstanding Service Award, NTID Graduate College Delegate, serta The Outstanding Graduating Student Award in The Master’s Degree. Sebelumnya, Surya Sahepaty menyelesaikan pendidikan S1 di kampus yang sama dan mendapat beasiswa penuh dari Sasakawa De Caro RITNTID atau Nippon Foundation.  Surya menilai kesuksesan yang diraihnya tak lepas dari peran mendiang kakaknya, Gisca Putri Agustina Sahetapy. Ia juga mendedikasikan semua hasil karyanya itu untuk Gisca.  “Saya ingin mendedikasikan hasil belajar saya untuk almarhumah kakak perempuan tuli saya, Gisca,” tulisnya di akun instagram terverifikasi miliknya, Sabtu (3/6/2023).  Dalam postingan tersebut, Surya Sahepaty mengenang kebersamaannya bersama sang kakak saat masih kecil. Apalagi kakaknya itu memiliki keterbatasan yang sama, tidak dapat mendengar alias tuli.  “Pada saat saya masuk sekolah umum, pihak sekolah mensyaratkan agar saya mempelajari tulisan Bahasa Arab. Ketika Gisca melihat saya sedang mempelajarinya, dia meminta saya untuk mengajarkannya setelah saya menguasainya. Saya berusaha sebaik mungkin untuk mengajarkannya dengan bahasa isyarat,” kenang Surya.  Sosok Aktivis Tuli Berprestasi  Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 2019 hingga 2023 yang dipimpin Marciano Norman sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Marciano melibatkan figur difabel yakni Panji Surya Sahepaty.  Surya ditunjuk sebagai Wakil IV Bidang Media dan Publisitas bersama artis senior Ayu Dia Pasha. Dipimpin oleh Ketua SIWO Pusat AA GWA Ariwangsa.  Surya sudah lama dikenal di Indonesia sebagai aktivis tunarungu. Surya sebelumnya mewakili Anak Indonesia Berkebutuhan Khusus (ABK) di Global IT for Youth with Disabilities Bangkok, Thailand pada tahun 2013.  Surya juga pernah bertemu dengan Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip, serta Adipati Edinburgh ketika mewakili Indonesia. Ia secara aktif mempromosikan bahasa isyarat yang penting bagi tunarungu.  Surya diundang oleh Ratu Elizabeth II ke London, Inggris, untuk menghadiri jamuan makan malam pada acara The Event Celebrated Our Work Towards a World Where Every Person is Equaly Valued.  Pada Asian Games 2018, Surya Sahepaty juga didapuk sebagai pembimbing Presiden Jokowi mengajarkan bahasa isyarat. Bahkan, Surya juga pernah menjadi salah satu penampil di pembukaan Asian Games 2023 bersama aktor Reza Rahardian.  Ia pernah menjadi pembicara di VII World Congress of The World Federation of The Deaf di Istanbul, Turki. Bahkan, Surya menjadi delegasi tunarungu Indonesia untuk berkunjung ke markas NASA di Amerika Serikat.  Keterbatasan bukanlah kendala bagi Surya Sahepaty. Bahkan, ia bisa membuktikan dengan meraih banyak prestasi membanggakan dan melangkah jauh merengkuh cita-citanya. Motivasi untuk Berkembang  Surya terinspirasi dari pertemuan dengan dua atau tiga orang teman tuli yang usianya lebih tua darinya dan tidak bisa membaca. Dari situlah ia termotivasi untuk berkembang lebih jauh.  Tekadnya agar bisa hidup mandiri semakin kuat. Surya berusaha mencari lingkungan yang positif dan mendukung. Termasuk bertemu dengan teman-teman tuli lainnya, profesional di bidang tertentu, serta orang lain.  Surya juga menyadari bahwa menemukan tempat dan lingkungan positif yang mendukung penyandang difabel tidaklah mudah. Menurutnya jika tidak ada motivasi dari orang lain, setidaknya harus ada motivasi dari diri sendiri.  Ada pun yang terpenting bagi Surya, jangan menunggu kesempatan itu datang. Ia menilai, sulit bagi seseorang untuk berkembang jika terus menunggu tanpa ada usaha menciptakan kesempatan tersebut.  Pesannya, kegagalan dalam menjalani proses adalah hal lumrah. Justru memberikan masukan kepada diri sendiri agar bisa melangkah maju. Dan jangan sampai melupakan untuk membuat target atau tujuan dalam hidup.   Surya menyadari bahwa penyandang difabel memiliki beragam motivasi. Namun, amatlah penting untuk terus mengembangkan diri dengan menggunakan teknologi, internet, dan buku sebagai media pembelajaran. Penulis: Dian Safitri.

Ditulis Oleh:

Administrator