Dipublish pada:
MAJALENGKA – Badan Pelaksana Keuangan Haji (BPKH) bersama DT Peduli Cirebon meresmikan Masjid Suluk Mizani Wanajaya di kawasan Pondok Pesantren Ekologi Al-Mizan, Kampung Pasarean, Desa Wanajaya, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, pada Ahad, 8 Desember 2024.
Peresmian ini dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi VIII, Maman Imanulhaq, dan Sulistyowati, anggota Bidang Kemaslahatan SDM dan Umum BPKH, serta tokoh masyarakat dan para santri.

Masjid Suluk Mizani Wanajaya dibangun sejak Agustus hingga November 2024, menggunakan dana kemaslahatan haji yang dikelola oleh BPKH.
Dalam sambutannya, Sulistyowati, menjelaskan bahwa BPKH memiliki dana abadi umat yang dimanfaatkan untuk program kemaslahatan seperti pembangunan masjid ini.
“Pembangunan masjid ini sepenuhnya dibiayai oleh dana kemaslahatan haji yang dikelola BPKH, bukan dari dana haji milik jamaah,” jelas Sulistyowati.
Maman Imanulhaq, anggota DPR RI Komisi VIII, menuturkan bahwa ke depannya Masjid Suluk Mizani Wanajaya akan menjadi pusat nilai-nilai spiritual bagi santri dan masyarakat Wanajaya, serta edukasi tentang ekologi. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari hablum minal alam, dengan memanfaatkan dana kemaslahatan haji untuk menjaga lingkungan.
“Dana haji bisa menjadi bagian penting untuk menjaga lingkungan. Siapa yang menjaga alam, maka alam akan merawat kita semua. Ini sebetulnya diajarkan juga dalam manasik haji, bahwa kita dalam keadaan ihram tidak boleh mencabut rumput atau pepohonan, ini untuk menjaga alam itu sendiri,” pungkas Maman.
Direktur DT Peduli, Jajang Nurjaman, menambahkan bahwa masjid ini juga harus menjadi pusat peradaban Islam dan kaderisasi da’i yang akan menjadi pencerah bagi umat.
“Masjid Suluk Mizani tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang untuk mencetak generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan memiliki semangat dakwah yang tinggi,” ujar Jajang.
Pembangunan Masjid Suluk Mizani ini disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat, pasalnya di daerah kampung Pasarean belum ada masjid yang representatif untuk menjadi pusat kegiatan keislaman.
“Terima kasih kepada BPKH dan DT Peduli. Semoga masjid ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan santri, serta menjadi pusat kegiatan keislaman yang bermanfaat bagi semua,” ucap Amir, Ketua Yayasan Suluk Mizani.
(Trio Muhammad/Feti)