Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | ACEH TAMIANG – Bagaimana mungkin masyarakat bisa hidup sehat, jika untuk sekadar makan nasi saja mereka harus berjuang? Inilah realita pahit warga Aceh Tamiang pasca banjir besar.
Di Desa Menang Gini, banyak warga masih terpaksa memasak beras sisa banjir, beras penuh lumpur yang dicuci dengan air keruh, lalu dijemur seadanya sebelum akhirnya dimakan.
Membayangkan keadaan tersebut saja sudah membuat hati terenyuh. Namun bagi warga, kondisi itu menjadi rutinitas terpaksa demi mempertahankan hidup.
Melihat situasi memprihatinkan ini, DT Peduli bekerja sama dengan Telkom membuka dapur umum untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi, sejak Rabu (10/12/2025). Dapur umum ini dilengkapi dengan kompor gas, tabung gas, panci besar, wajan, serta bahan memasak seperti beras, minyak goreng, bumbu dapur, sayuran, dan lauk pauk lainnya, sehingga relawan dapat memasak dalam jumlah besar setiap hari. 
“Kami bergotong-royonglah sama-sama dengan Ibu-ibu juga di sini, masak-masak juga di sini. Alhamdulillah, dapat bantuan dari Telkom Peduli yang sangat membantu untuk dapur kami, sudah dapat panci, kompor, kuali, dan bahan-bahan makanan yang lainnya. Alhamdulillah, sangat membantu kami. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Telkom Peduli," ucap Sri. 
Atas seluruh dukungan yang diberikan, warga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada MTTG dan BAZNAS Telkom Indonesia. 
Menurut Juliani, Relawan DT Peduli, dapur umum dan pasokan air bersih ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas mampu menguatkan warga untuk bertahan, bangkit, dan saling menguatkan di tengah bencana.
Baca juga: Akses Sulit dan Lumpur Tebal, DT Peduli Dirikan Pos Tangguh dan Layani Warga di Aceh Tamiang
Editor: Agus ID