Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | ACEH TAMIANG — Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan dampak serius. Berdasarkan laporan situasi BNPB per 7 Desember 2025, Aceh kini disebut sebagai daerah dengan dampak terparah, terutama setelah akses komunikasi mulai pulih dan informasi kerusakan baru dapat diketahui secara luas. 
“Cuaca masih diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Akses menuju pelosok masih terkendala lumpur hingga setinggi satu meter,” ujarnya.
Ia menambahkan, jaringan listrik padam, internet belum merata, dan kebutuhan air bersih serta air minum menjadi persoalan paling mendesak bagi warga. 
Tim telah mengaktifkan layanan kesehatan dan melayani 104 warga sekitar. Upaya pembersihan masjid, perbaikan sanitasi, serta instalasi sumber air bersih terus dikebut agar fasilitas ibadah dapat segera digunakan kembali. Selain itu, dapur umum mulai dijalankan dengan melibatkan warga setempat.
Diperkirakan masih ada sekitar 127 KK yang bertahan di kampung dan membutuhkan pendataan lanjutan. Sampai Senin (8/12/2025), DT Peduli memprioritaskan penyediaan sarana water, sanitation, hygiene (WASH), distribusi makanan siap santap, serta layanan kesehatan door to door bagi warga yang tidak bisa ke pos layanan. 
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar semua warga terdampak mendapatkan pelayanan yang layak,” kata Andri.
Baca juga: Banjir Luluhlantakkan Aceh Tamiang, Bagaimana Ia akan Bangkit?
Editor: Agus ID