Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | ACEH TAMIANG – Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya surut dan rumah-rumah yang belum kembali layak huni, warga Aceh Tamiang memilih bertahan dengan kekuatan doa dan keteguhan hati. Banjir memang merenggut banyak hal, namun tidak memadamkan rasa syukur yang terus terucap dari lisan mereka.
Keteguhan itu disaksikan langsung oleh Ghaida Tsuraya, influencer sekaligus relawan DT Peduli, saat mendampingi tim dalam kunjungan kemanusiaan ke wilayah terdampak pada Selasa (30/12/2025). Ia mengaku terenyuh melihat para ibu yang tetap menguatkan satu sama lain, melantunkan hamdalah di tengah kondisi yang serba terbatas.
“Yang paling terasa bagi saya adalah kekuatan mereka. Ma sya Allah, ibu-ibu di sini luar biasa kuat,” ungkap Ghaida. Keteguhan warga justru menjadi penyemangat tersendiri bagi para relawan yang hadir di lokasi. 
Pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu panjang. Selain bantuan pangan, warga masih sangat membutuhkan hygiene kit, alas tidur, serta fasilitas sanitasi yang layak. Pembangunan MCK menjadi salah satu kebutuhan mendesak untuk menjaga kesehatan warga di tengah keterbatasan.
Ghaida mengajak masyarakat untuk tidak menghentikan kepedulian hanya pada masa tanggap darurat. Dukungan jangka panjang sangat dibutuhkan agar warga dapat kembali menata kehidupan mereka secara perlahan.
“Sekecil apa pun bantuan, jika dilakukan dengan ikhlas dan konsisten, in sya Allah akan sangat berarti,” ujarnya. Ia juga menuturkan momen sederhana yang begitu membekas, ketika kehadiran relawan saja sudah mampu menghadirkan kebahagiaan bagi warga.
“Mereka bilang sudah senang hanya karena kami datang,” katanya lirih.
Melalui DT Peduli, masyarakat diajak untuk terus bergotong royong membantu pemulihan Aceh Tamiang serta menyebarkan kondisi nyata di lapangan agar semakin banyak tangan yang tergerak untuk peduli.
“Jadi teman-teman, yuk langsung melalui DT Peduli aja ya, insyaallah aman dan terpercaya,” pungkas Ghaida.
Baca juga: DT Peduli dan LDS Bogor Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang
Editor: Agus ID