Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | ISTANBUL – Di tengah peninggalan sejarah dan peradaban yang berdenyut di Istanbul, Turki, sebuah pertemuan ulama global berlangsung. Pertemuan ini membawa misi kemanusiaan dan spiritual untuk Palestina.
Pertemuan yang bernama Multaqa al-Dawri li-Mu'assasāt al-Tansīqiyyah 'Ulama' al-Ummah (Pertemuan Rutin Lembaga-Lembaga Koordinasi Ulama Umat), merupakan inisiasi ulama-ulama Palestina yang dipimpin oleh Dr. Nawaf Atik Ruri. Lebih dari 150 ulama dan perwakilan dari 40 negara berkumpul membawa tekad mendukung kemerdekaan Palestina, menghentikan genosida di Gaza, dan membebaskan Masjidil Aqsa.
Selama tiga hari, dari Sabtu (1/11/2025) hingga Senin (3/11/2025), perwakilan dari Daarut Tauhiid (DT) Peduli, Ustadz Ali Nurdin, Dewan Pengawas Syariah DT Peduli dan Jajang Nurzaman Direktur LAZ DT Peduli, menjadi bagian penting dari simpul solidaritas global ini.
Menjaga Api Inspirasi Umat
Bagi Ustadz Ali Nurdin, pertemuan ini bukan sekadar forum politik, melainkan ajang penegasan spiritual. Sepulangnya dari Istanbul, ia menekankan bahwa fokus utama ulama dunia adalah memastikan semangat perjuangan tidak padam.
"Pertemuan ini ingin mengingatkan bahwa Taufan al-Aqsa yang dilaksanakan para pejuang di Gaza tidak boleh hanya berhenti. Semangatnya harus terus, karena semangat inilah yang mengubah perpolitikan dunia," tutur Ustadz Ali Nurdin.
Ali Nurdin menegaskan bahwa gerakan 7 Oktober 2023 harus diinternalisasi sebagai inspirasi global bagi umat. Diskusi intens selama tiga hari tersebut menghasilkan rencana aksi nyata. Di antaranya, ulama sepakat menggalakkan "Usbu' al-Quds" (Pekan Al-Quds) di akhir bulan Rajab dan mengirimkan ulama-ulama Palestina ke seluruh penjuru dunia. Tujuannya jelas, yakni memberikan pemahaman mendalam, memastikan semangat perjuangan tidak meredup hanya sebagai kabar berita. 
Membuka Kanal Bantuan Langsung ke Gaza
Di sisi lain, Direktur LAZ DT Peduli Jajang Nurzaman fokus pada realisasi misi kemanusiaan dan diplomasi. Kehadiran DT Peduli di Istanbul menjadi kunci untuk membuka jalur penyaluran bantuan yang lebih efektif dan terpercaya.
"Ini menjadi bukti atas komitmen DT Peduli untuk terus membersamai perjuangan saudara kita di Palestina," kata Jajang.
Menurut Jajang, melalui forum ulama ini, DT Peduli berhasil mengamankan mitra pelaksana langsung di Gaza. Mitra-mitra ini beroperasi di bawah koordinasi Persatuan Ulama Palestina yang berbasis di Turki. Kolaborasi ini menjamin bahwa donasi dari masyarakat Indonesia dapat dititipkan melalui jaringan ulama tepercaya dan disalurkan langsung kepada mereka yang membutuhkan di Gaza. 
"Alhamdulillah, kita mendapatkan dukungan yang sangat baik, sangat bagus dari Konsulat Jenderal di Turki ini," pungkas Jajang Nurzaman penuh optimis bahwa kolaborasi ulama dan lembaga kemanusiaan dari seluruh dunia akan terus membersamai perjuangan Palestina menuju kemerdekaan.
Baca juga: DT Peduli Hadiri Emergency Workshop “Urgent Humanitarian Response to Save Lives in Gaza”
Editor: Agus ID