Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Sabtu (30/5/2026) pagi, pelataran Masjid An-Nur di Kota Dili, Timor Leste, tampak lebih sibuk dari biasanya. Hari itu merupakan hari tasyrik terakhir, momen pamungkas bagi umat Muslim untuk menyandarkan rasa syukur melalui ibadah penyembelihan hewan qurban. Di bawah naungan program Qurban Impact DT Peduli, kebaikan para mudahi (pekurban) dari Indonesia mengalir jauh melintasi batas negara, menghadirkan senyum di hati belahan bumi yang berbeda. 
“Bantuan Qurban ini sangat penting karena para penerima manfaat tidak semua tiap hari makan daging. Tapi paling tidak, pada hari Raya Iduladha yang bahagia tersebut, mereka juga ikut berbahagia dengan merasakan daging qurban,” ujar Usman Bobarau, warga setempat sekaligus panitia qurban dari Yayasan An-Nur.
Agar amanah donatur tepat sasaran dan menjaga kehormatan para penerima, panitia tidak membiarkan warga mengantre panjang di bawah terik matahari. Berbekal data yang telah diverifikasi, para relawan bergerak mengetuk pintu demi pintu rumah kaum duafa, para janda, dan anak-anak yatim di pelosok Dili.
Langkah kaki para relawan disambut binar mata dan haru. Doa-doa tulus pun mengalir spontan dari bibir-bibir mereka yang menerima manfaat.
"Terima kasih banyak atas kirimannya dari bapak-bapak, ibu-ibu dari Indonesia yang sudah berkurban. Semoga rezekinya lancar, amin," ucap salah seorang ibu dengan mata berbinar bahagia.
Ungkapan syukur serupa membahana dari penerima lainnya. Seorang bapak, dengan penuh sukacita menerima bungkusan qurban, berbisik lirih penuh khidmat, "Terima kasih banyak. Semoga amal ibadah diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga rezekinya bertambah. Terima kasih, jazakallahu khair."
Timor Leste menjadi satu dari 30 negara yang dijangkau oleh program Qurban Impact DT Peduli tahun ini. Jarak geografis dan sekat negara terbukti bukan penghalang bagi jembatan kepedulian. Melalui pengelolaan yang profesional dan amanah, DT Peduli memastikan bahwa esensi qurban, yaitu berbagi ketakwaan dan kebahagiaan, dapat dirasakan oleh saudara-saudara Muslim minoritas yang membutuhkan.
Matahari perlahan tenggelam di ufuk Kota Dili, menandai berakhirnya hari tasyrik. Namun, kehangatan dari tanah air yang dikirimkan melalui daging qurban akan terus membekas, menghangatkan dapur dan hati mereka hingga hari-hari ke depan.
Baca juga: Ketika Daging Qurban Hadirkan Kebahagiaan Pengungsi di Bumi Syam
Penyunting: Agus ID