Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Perkuat Mitigasi Bencana, DT Peduli dan BRIN Jajaki Kerja Sama Implementasi EEWS di Ekosistem DT
 

 

Perkuat Mitigasi Bencana, DT Peduli dan BRIN Jajaki Kerja Sama Implementasi EEWS di Ekosistem DT

Dipublish pada:

06 May 2026


DTPEDULI.ORG | BANDUNG BARAT – DT Peduli menerima kunjungan strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka koordinasi riset Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS), Sabtu (2/5/2026). Pertemuan ini membahas implementasi sistem peringatan dini gempa bumi atau Earthquake Early Warning System (EEWS) di lingkungan pendidikan dan pesantren DT.

kunjungan brin 4.jpg 178.13 KB
Riset bertajuk Research Project for Development of End-To-End Earthquake Early Warning and Response System (E2E EEWRS) ini diketuai oleh Andi Eka Sakya dengan menggandeng berbagai mitra internasional seperti BMKG, Kobe University, JICA Jepang, serta pakar kebencanaan Aiko Sakurai dan Mizan Bisri. 

Pemilihan Eco Pesantren DT sebagai lokasi riset didasari oleh letak geografisnya yang berdekatan dengan patahan Sesar Lembang. Wilayah ini dinilai memiliki risiko dan dampak besar sehingga memerlukan kajian mitigasi bencana yang komprehensif. Program SATREPS sendiri merupakan kolaborasi riset Indonesia-Jepang untuk mengembangkan sistem peringatan dini dari tahap deteksi hingga respons masyarakat.

kunjungan brin 3.JPG 198.8 KB
Kunjungan ini berfokus pada tiga tujuan utama, yakni pertama, kajian perilaku untuk mempelajari cara siswa, guru, dan civitas sekolah merespons kejadian gempa bumi berbasis sistem EEWS yang terpasang. 

Kedua, evaluasi sistem untuk menilai pemanfaatan EEWS dalam mendukung kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan. Ketiga, simulasi evakuasi untuk mendiskusikan kesiapan sekolah dalam melaksanakan latihan (drill) evakuasi gempa berbasis teknologi peringatan dini. 

"Apakah seseorang bisa membayangkan seberapa besar dan seberapa dahsyat dampak yang akan dia rasakan dari bencana (gempa bumi/tsunami)? tentu tidak, dan dia akan merasakannya saat dia mengalaminya, namun untuk mencegah hal itu maka harus ada technologi yang bisa mengantisipasi kejadian tersebut," jelas Aiko.

kunjungan brin 2.JPG 238.21 KB
Ketua Yayasan DT Peduli, Bascharul Asana (Rully), menjelaskan bahwa meskipun saat ini DT belum memiliki teknologi pendeteksi dini, upaya edukasi mitigasi telah rutin dilakukan setiap bulan di lingkungan pesantren dan sekolah. DT juga telah menunjuk dan melatih personel khusus (PIC) di setiap lembaga untuk bertanggung jawab dalam kondisi darurat bencana. 

Menanggapi rencana kolaborasi ini, Pembina Yayasan DT Peduli, Budi Faisal, menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama secara resmi dengan BRIN dalam penerapan teknologi EEWS. 

"Walaupun EEWS masih berupa prototype atau tahap uji coba di Indonesia, Daarut Tauhiid siap bekerja sama demi kebaikan dan keselamatan bersama," tegas Budi Faisal. 

kunjungan brin 5.JPG 124.01 KB
Pertemuan selama tiga jam di Ruang Rapat Utama RLA Studio Eco Pesantren 1 ini diakhiri dengan peninjauan langsung ke berbagai sudut bangunan pesantren. Peninjauan tersebut bertujuan memastikan infrastruktur yang ada telah memenuhi standar mitigasi bencana guna mendukung integrasi teknologi EEWS di masa depan. 

Baca juga: Perkuat Mitigasi Bencana, Santri DT Peduli Sukabumi Siap Berperan Aktif dalam FPRB 2025–2030 

Penulis: NAA 

Penyunting: Agus ID 

Ditulis Oleh:

Administrator