Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | MALANG – Dialah Sudibyo, seorang ayah disabilitas yang tetap berjuang menghidupi keluarganya di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi. Keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat Sudibyo sebagai kepala keluarga.
Sejak kecil, ia mengalami kelumpuhan akibat penyakit polio yang membuat mobilitasnya sangat terbatas hingga harus merangkak untuk berpindah tempat. Tak hanya dirinya, sang istri juga merupakan penyandang disabilitas akibat kecelakaan yang dialaminya beberapa tahun lalu.
Di tengah kondisi tersebut, Sudibyo tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia memiliki dua orang anak, seorang putri yang tengah menuntut ilmu di pesantren dan seorang putra yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Mereka tinggal di rumah pinjaman yang sewaktu-waktu harus ditinggalkan, sehingga menambah beban hidup keluarga kecil ini.
Untuk menyambung hidup, Sudibyo mengandalkan keterampilannya dalam memperbaiki perangkat elektronik, khususnya telepon genggam. Namun, keterbatasan peralatan kerja membuat penghasilannya tidak menentu, bahkan sering kali sepi pelanggan. Kondisi ini memaksanya untuk terus berjuang dengan segala kemampuan yang ia miliki.
Dalam kesehariannya, Sudibyo menggunakan sepeda motor roda tiga sebagai alat bantu mobilitas. Nahas, motor yang ia gunakan sudah dalam kondisi usang dan sering mengalami kerusakan. Bahkan, pernah terjadi kecelakaan hingga roda motor patah akibat usia kendaraan yang sudah sangat tua. Sebelumnya, ia sempat memiliki motor hasil tabungan sendiri, namun kendaraan tersebut hilang dicuri sebelum sempat dimodifikasi menjadi roda tiga.
Meski demikian, semangat Sudibyo tak pernah padam.
“Meski banyak yang mengolok-olok dan menjatuhkan, saya tidak akan pernah berhenti berjuang. Dengan keterbatasan ini, saya akan terus berusaha menjemput rezeki untuk keluarga,” tuturnya kepada tim DT Peduli.
Ia juga menambahkan bahwa kesabaran dan keikhlasan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ujian hidup.
“Meskipun sulit, semua akan dihadapi dengan sabar dan ikhlas, karena saya yakin Allah akan selalu menolong kami,” ujarnya.
DT Peduli Malang menyalurkan bantuan berupa sepeda motor roda tiga kepada keluarga Sudibyo, pada Senin (16/12/2025). Bantuan ini diberikan untuk mendukung mobilitas Sudibyo agar dapat beraktivitas secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada bantuan orang lain.
Melalui bantuan sepeda motor roda tiga yang lebih layak, DT Peduli Malang berharap Sudibyo dapat menjalani aktivitas harian dengan lebih aman dan produktif. Ke depan, keluarga ini masih membutuhkan dukungan berupa modal usaha agar Pak Sudibyo dapat mengembangkan keterampilannya dan memperoleh penghasilan yang lebih stabil.
Baca juga: DT Peduli dan Jejak Kemandirian Disabilitas
Penulis: Nazar
Penyunting: Agus ID