Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | GAZA – Di tengah reruntuhan bangunan yang sudah tak lagi dikenali bentuknya, kehidupan di Gaza tetap berusaha bertahan. Dari balik tenda-tenda darurat yang berdiri rapuh, suara tangis bayi sering terdengar memecah kesunyian. Tangis yang bukan sekadar minta digendong, tetapi pertanda lapar yang tak kunjung terjawab. Krisis kemanusiaan yang berkepanjangan telah membuat kebutuhan paling dasar pun menjadi kemewahan, terutama bagi bayi yang membutuhkan asupan gizi sejak hari pertama kehidupan mereka. 
“Di tengah pelanggaran perbatasan yang dibuka saat gencatan senjata kemarin, DT Peduli berikhtiar untuk mengirimkan bantuan susu formula untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak balita di Jalur Gaza,” ujar F. Arif, Asisten Manajer Urusan Kemanusiaan Internasional LPM DT. 
“Dengan donasi yang dermawan dari Yayasan DT Peduli, kami akan mendistribusikan susu kepada anak-anak pengungsi di kamp-kamp penampungan,” ujar salah satu relawan. Ia menambahkan bahwa kelangkaan susu telah menjadi masalah serius sejak perang berkecamuk tanpa henti selama lebih dari dua tahun.
Di antara barisan para penerima manfaat, rasa syukur tampak mengalir begitu tulus. Seorang bapak memeluk kaleng susu yang baru ia terima sambil berkata, “Kami berterima kasih kepada DT Peduli atas usahanya dan dukungannya untuk anak-anak.” 
Ketulusan paling terasa hadir dari seorang ibu yang menggendong bayinya dengan penuh kasih. Meski wajahnya tampak lelah, matanya berbinar karena sedikit beban telah terangkat dari pundaknya.
“Semoga Allah membalas kebaikan Anda. Semoga Allah memberi kesehatan dan mengangkat kesulitan dari Anda,” ucapnya lirih. 
“Ikhtiar ini adalah salah satu variasi program yang DT Peduli berikan untuk secara tidak langsung, merawat masa depan kaum muda penjaga bumi Al-Quds kiblat pertama ummat Islam,” pungkas Arif, menegaskan.
Baca juga: 24 Ton Tepung Kembali Hidupkan Senyum di Gaza
Editor: Agus ID