Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Mengantar Bahagia Qurban ke Pulau Maringkik
 

 

Mengantar Bahagia Qurban ke Pulau Maringkik

Dipublish pada:

25 May 2026


DTPEDULI.ORG | LOMBOK TIMUR – Ombak laut pagi itu belum benar-benar bersahabat. Angin berembus cukup kencang ketika tim DT Peduli bersama warga mulai menaikkan seekor sapi qurban ke atas kapal kayu menuju Pulau Maringkik, Ahad (24/5/2026). 

Di tengah perjalanan kemanusiaan itu, momen tak terduga sempat terjadi. Sapi qurban yang akan diseberangkan ke pulau pesisir tersebut sempat terjatuh ke laut dan berenang beberapa saat sebelum akhirnya berhasil dinaikkan kembali ke kapal. 

“Kesulitan menaikkan dan menurunkan sapi ke kapal, sempat jatuh dan renang dikit sapinya,” ujar Kepala Kantor DT Peduli Mataram-NTB, Ragil, sambil mengenang proses penyaluran qurban yang penuh perjuangan. 

pengantaran hewan qurban.jpg 1.85 MB
Perjalanan menuju Pulau Maringkik memang bukan perkara mudah. Tim harus menempuh sekitar 25 menit perjalanan laut sebelum melanjutkan perjalanan sejauh 10 kilometer dengan berjalan kaki menuju lokasi penyaluran. Namun lelah perjalanan itu seolah terbayar lunas ketika kapal mulai merapat di pulau tujuan. 

Puluhan warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak, telah menunggu dengan wajah penuh antusias. Mereka menyambut kedatangan sapi qurban dengan suka cita di tengah keterbatasan akses yang selama ini mereka rasakan. 

“Alhamdulillah disambut hampir puluhan warga, ibu-ibu dan anak-anak di sekitar,” kata Ragil. 

Sapi qurban tersebut merupakan amanah dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang disalurkan bersama DT Peduli untuk masyarakat Pulau Maringkik. Hewan qurban itu rencananya akan disembelih saat Hari Raya Iduladha mendatang. 

Bagi warga di wilayah pesisir tersebut, qurban bukan sekadar pembagian daging. Kehadirannya menjadi simbol perhatian dan kepedulian yang datang menembus laut. 

Di Pulau Maringkik, perjalanan qurban bukan hanya soal mengantar hewan sembelihan. Tapi juga ada harapan yang ikut dibawa bersama kapal kecil menuju pulau terpencil di Lombok Timur itu.  

Baca juga: Menembus Ombak untuk Qurban Bahagia di Pulau Maringkik 

Penyunting: Agus ID

Ditulis Oleh:

Administrator