Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Kapal-kapal misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 mulai memasuki perairan Laut Mediterania tepat di selatan Italia. Dalam pelayaran itu, armada GSF sempat melakukan penghadangan terhadap Kapal MSC Maya yang diduga membawa kargo berupa senjata dan alat-alat perang menuju Pelabuhan Ashdod Israel. 
Ujian yang dihadapi para aktivis dan relawan tidak hanya berkaitan dengan situasi di laut, tetapi juga kendala teknis pada kapal yang digunakan.
Salah satunya dialami kapal induk Safsaf yang membawa delegasi Indonesia, Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati, dan influencer Chiki Fawzi.
Beruntung, kerusakan kapal Safsaf tak membuat misi terhenti. Meskipun Kapal harus terhenti sebentar sambil merapatkan barisan di tengah laut Mediterania menunggu kapal-kapal lainnya.
Maimon Herawati yang juga Steering Commitee di GSF 2026 mengungkap kondisi kapal sudah mendapatkan perbaikan dari Kapal Open Arm Spanyol. Ia menyebut, kapal mengalami kerusakan di bagian steering sehingga tidak maksimal dalam pelayaran.
"Kapal sudah diperbaiki karena mengalami kerusakan pada steering, Kapal Open Arm melakukan towing kapal dan memberikan bantuan perbaikan, selain itu kapal dari Tim Green Peace juga berulang kali datang memperbaiki bagian yang rusak," ungkap Maimon seperti dilansir dari inilah.com, Rabu (22/4/2026).
Sebelumnya, pelayaran juga sempat tertunda setelah armada kembali sandar ke Barcelona, akibat badai yang melanda perairan Spanyol usai pelepasan sekitar 30 kapal dari Dermaga Moll de la Fusta. Setelah kondisi cuaca membaik, armada kembali melanjutkan perjalanan menuju Gaza.
"Alhamdulillah, perjalana lancar. Cuaca, yang beberapa waktu yang lalu membuat kami tidak bisa bergerak keluar ke perairan internasional, sekarang stabil. Tidak banyak, kendala," kata Maimon.
Baca juga: Pelepasan Konvoi GSF 2.0, 24 Truk Bantuan Siap Tembus Gaza
Sumber: Inilah.com
Penyunting: Agus ID