Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG - Armada sipil internasional yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) menyatakan tetap melanjutkan pelayaran menuju Gaza meski menghadapi operasi pencegatan besar-besaran dari Angkatan Laut Israel di perairan internasional.
Dalam siaran pers GSF yang dirilis pada Senin (18/5/2026), menegaskan lebih dari 20 kapal kecil dilaporkan masih bertahan dan terus bergerak menuju Gaza sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Armada tersebut terdiri atas kapal layar kecil, kapal kayu, hingga perahu motor sederhana yang membawa warga sipil tanpa senjata. Mereka berhadapan langsung dengan kapal perang, korvet bersenjata, serta kapal militer cepat milik Israel.
Dalam press rilis tersebut disebutkan bahwa upaya intimidasi dan pencegatan yang dilakukan Israel justru memperkuat tekad para relawan kemanusiaan untuk tetap membuka jalur bantuan menuju Gaza.
“Untuk setiap kapal yang dinaiki, dirusak, atau ditarik mundur, kapal lainnya berhasil menembus perimeter dengan memanfaatkan jumlah armada, formasi strategis, dan komitmen yang tidak tergoyahkan,” mengutip pernyataan dalam press rilis.
Mereka menilai keberadaan lebih dari 20 kapal sipil yang masih aktif di laut menjadi simbol perlawanan terhadap blokade yang telah berlangsung selama puluhan tahun terhadap Palestina. Armada ini juga disebut sebagai bentuk penegasan solidaritas global terhadap rakyat Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung.
Dalam pernyataannya, GSF juga menyoroti pengerahan kekuatan militer Israel yang dinilai berlebihan untuk menghadapi kapal-kapal sipil kecil. Menurut mereka, tindakan tersebut menunjukkan ketakutan terhadap gerakan masyarakat sipil internasional yang terus mendesak penghentian blokade Gaza.
Selain itu, mereka menyatakan seluruh aktivitas operasi militer di laut sedang didokumentasikan dan akan diserahkan kepada tim hukum internasional di berbagai negara untuk proses hukum lebih lanjut.
GSF menyebut gerakan ini bukan sekadar pelayaran bantuan, tetapi bagian dari gelombang solidaritas global untuk Palestina yang terus berkembang selama dua setengah tahun terakhir.
“Flotilla ini telah menghidupkan kembali gelombang aksi solidaritas langsung dan memaksa Gaza kembali menjadi perhatian media dunia,” demikian isi pernyataan tersebut.
Mereka juga mengungkapkan bahwa lebih dari 61 ribu orang telah mengirimkan surat kepada pemerintah masing-masing hanya dalam beberapa jam sejak operasi pencegatan dimulai, mendesak adanya tindakan nyata untuk menghentikan blokade dan melindungi warga sipil Palestina.
GSF menegaskan akan terus melanjutkan misi mereka sampai blokade Gaza berakhir.
“Kami berlayar dengan warisan perjuangan rakyat yang telah bertahan selama delapan dekade. Kami tidak akan berhenti sampai blokade dibuka dan Palestina merdeka,” tulis mereka dalam penutup siaran pers.
Baca juga: Tentara Zionis Israel Culik Lima WNI Rombongan GSF 2.0
Penyunting: Agus ID