Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Senin (20/7/2026) Pagi itu, mentari yang hangat menyinari Kawasan Wakaf Terpadu DT Eco Pesantren 1 di Bandung Barat. Suasana asri dan sejuk menyambut langkah 34 siswa dan siswi SMK DT Full Day yang hadir untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang disebut MATABA Ramah. 
Di antara deretan wajah polos yang dipenuhi rasa penasaran, ada 25 anak penerima Beasiswa Peduli Negeri dari Daarut Tauhiid (DT) Peduli. Bagi mereka, kesempatan mengenakan seragam putih abu-abu lebin dari sekadar memasuki jenjang sekolah baru. Dalam hati mereka, ini adalah sebuah jembatan mimpi yang terbentang di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. 
Selama MATABA Ramah berlangsung, para siswa diajak menyelami budaya Daarut Tauhiid. Mereka belajar tentang BR3T (Bersih, Rapi, Tertib, Teratur, dan Terpelihara) serta program Jaga Lisan dan pembiasaan ibadah harian. Pendidikan di sekolah ini bertumpu pada visi utama membentuk generasi yang "Bertauhid, Berkarakter, dan Bermanfaat". 
“Harapannya, mudah-mudahan program ini bisa menjadi jalan lahirnya generasi yang berakhlakul karimah. Para santri juga nanti tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik dan kuat. Mereka ke depan mampu berkompetensi di luar, dan kelak mereka dapat mengangkat martabat keluarga mereka sendiri,” tuturnya lembut saat ditemui di Kantor DT Peduli Pusat, Senin (10/8/2026).
Sebagian besar penerima beasiswa merupakan anak-anak dari wilayah Bandung Raya. Untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran, DT Peduli menerapkan proses seleksi yang ketat.
“Untuk proses seleksi, memang kita prioritaskan khusus untuk yang dhuafa, fakir miskin, dan ada juga yang berprestasi. Prosesnya ada tes tulis dan wawancara. Ketika lulus dari pihak sekolah, nanti kami cek kelayakan asnafnya, apakah layak mendapatkan beasiswa ini atau tidak,” jelas Panji. 
“Untuk pembinaannya in syaa Allah akan tetap dilaksanakan satu bulan sekali dari DT Peduli. In sya Allah akan dirutin dijadwalkan satu bulan sekali,” ucap Panji mantap.
Setiap kebaikan dan semangat belajar yang dipupuk para siswa diharapkan menjadi sungai pahala yang terus mengalir. Panji menutup pembicaraannya dengan doa dan harapan bagi semua pihak yang terlibat.
“Kelak juga mereka sukses dan dermawan. Semua hal baik yang mereka lakukan mudah-mudahan menjadi pahala jariyah bagi keluarga mereka, bagi para donatur DT Peduli, dan bagi kami pengelola yang disyariatkan menjadi jalan,” pungkasnya. 
Penyunting: Agus ID