Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG – Musibah kebakaran melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25/7/2026). Kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik di area MCK umum dengan cepat melahap puluhan rumah adat yang sebagian besar berbahan kayu dan beratap ijuk. Hingga Ahad (26/7), DT Peduli terus melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak. 
Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 51 rumah mengalami rusak berat. Sedikitnya 70 kepala keluarga atau sekitar 210 jiwa terdampak bencana ini. Selain itu, 49 lumbung padi milik warga turut terbakar sehingga mengancam cadangan pangan masyarakat adat.
Kini, kawasan kampung adat hampir rata dengan tanah. Sebagian besar penyintas memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat sambil menunggu pendataan lanjutan dari pemerintah. BPBD masih melakukan penghitungan kerugian serta verifikasi data untuk mendukung proses penanganan berikutnya. 
Kisah para penyintas menyisakan duka yang mendalam. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan harta benda karena api membesar dalam waktu singkat. Bahkan pakaian yang dikenakan saat menyelamatkan diri menjadi satu-satunya yang mereka miliki.
"Baju yang dipakai pun hanya baju lusuh. Biasanya kalau ke sawah membawa baju ganti. Ah, karena malam Minggu ke sawahnya tidak membawa baju ganti, cuma itu-itunya saja yang ada. Sandal pun sandal yang paling jelek yang dipakai berjalan," tutur salah seorang ibu-ibu penyintas dalam Bahasa Sunda
Tim Kemanusiaan DT Peduli yang terdiri atas Gingin, Ardlyansah, dan Rizal langsung diterjunkan ke lokasi sejak hari pertama kejadian. Berbagai upaya tanggap darurat dilakukan, mulai dari asesmen kebutuhan, koordinasi dengan BPBD, hingga aksi kemanusiaan bersama relawan gabungan.
Pada hari pertama penanganan, DT Peduli menyalurkan 200 paket makanan siap santap dan lima dus air mineral kepada warga terdampak. Relawan juga membantu memindahkan padi dari lumbung yang masih dapat diselamatkan ke lokasi yang lebih aman serta melakukan aksi bersih-bersih di kawasan terdampak.
Meski demikian, proses penanganan masih menghadapi berbagai tantangan. Medan pegunungan dengan akses jalan yang sempit membuat distribusi bantuan belum berjalan optimal. Di sisi lain, sejumlah lumbung masih mengeluarkan bara api sehingga warga dan relawan harus terus melakukan pendinginan untuk mencegah kebakaran susulan. Ketersediaan air bersih pun menjadi kendala karena jalur pipa dari mata air pegunungan banyak yang terputus akibat kebakaran.
Selain kebutuhan makanan siap santap dan air minum, para penyintas juga membutuhkan pakaian baru, pakaian dalam, selimut atau sarung, perlengkapan kebersihan, alat pelindung diri untuk kegiatan pembersihan, perlengkapan ibadah, masker, serta peralatan seperti sekop, cangkul, pengki, dan karung sampah. 
DT Peduli berharap proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat sehingga masyarakat Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya dapat kembali membangun kehidupan mereka.
"Mohon doanya, mudah-mudahan nanti akan ada kegiatan bantuan yang akan kami salurkan kepada mereka yang terdampak di Kampung Adat Sirnaresmi dan Kampung Adat Ciptamulya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Mohon doa dari rekan-rekan dan para donatur sekalian agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar," ujar Gingin.
Penyunting: Agus ID