Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | BANDUNG - Di depan Aula Daarul Hajj, DT Bandung, kopi, ubi celembu, dan gula semut hasil panen petani binaan tertata rapi. Ada juga jas, peci, dan kemeja yang dijahit dengan penuh ketekunan oleh para penyandang disabilitas dan ibu-ibu di Rumah Karya DT Peduli. Produk-produk itu seperti sedang bercerita bahwa kepedulian dapat tumbuh menjadi program pemberdayaan.
Di dalam aula, suasana terasa hangat. Pendar cahaya panggung memantul lembut pada layar LED besar. Kursi-kursi tersusun rapi diisi para tamu undangan. Di layar, peta perjalanan program berganti dengan senyum penerima manfaat.
Lantunan ayat suci Al-Qur'an membuka suasana. Setelahnya, laporan pertanggungjawaban disampaikan dengan suara tegas dan santun. Tepuk tangan terdengar dari para tamu. Salam dan percakapan hangat berlangsung di antara mereka yang hadir. Kilatan kamera sesekali menyala ketika penghargaan diberikan di atas panggung. 
“Yang alhamdulillah tahun lalu itu dititipkan dari masyarakat ke DT Peduli, kemudian disalurkan dan laporannya, hasilnya, dampaknya, manfaatnya juga kita sampaikan pada agenda hari ini,” tegas Jajang Nurjaman, Direktur Utama DT Peduli.
Pada 2025 saja, DT Peduli diamanahi dana sebesar Rp179 miliar. Dana tersebut disalurkan di berbagai wilayah Indonesia serta sejumlah negara sesuai akadnya kepada hampir 900.000 penerima manfaat. Lebih dari 200.000 di antaranya merupakan masyarakat di Gaza, Palestina, dan negara-negara di Bumi Syam.
Jajang menegaskan bahwa langkah DT Peduli di Palestina tidak berhenti pada bantuan sesaat. Lembaga itu sedang menyiapkan peta jalan 20 tahun untuk memakmurkan Al-Aqsa, memperjuangkan kemerdekaan Palestina, dan membantu masyarakat Gaza bangkit serta mandiri.
“DT Peduli tidak semata-mata mengirimkan bantuan, tapi kami bertekad, berniat sedang mempersiapkan generasi yang akan memakmurkan Masjidil Aqsa,” ujar Jajang.
Perjalanan itu bermula pada 1999. Kini, DT Peduli memiliki kantor pusat di Bandung, 34 cabang di Indonesia, serta kantor cabang di Turki dan Australia, yang dijalankan 239 amil. Amanah itu pun dijalankan melalui kolaborasi. Pada 2025, DT Peduli bekerja bersama 543 Mitra Pengelola Zakat (MPZ). Semuanya terus berikhtiar menjaga amanah untuk menjembatani kepedulian pada donatur, baik perusahaan maupun pribadi. 
“Pelayanannya bagus dan memang feedback-nya juga cepat, alhamdulillah. Koordinasinya juga lancar,” kata Ahmad Fadil.
Ari Wibowo, donatur asal Serpong, Banten, melihat Public Expose sebagai bentuk keterbukaan kepada para donatur. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui ke mana zakat, wakaf, dan donasi yang dititipkan disalurkan.
“Sangat bermanfaat sekali untuk membuka diri kepada donatur untuk mengetahui ke mana wakaf, zakat, dan lain-lainnya yang disalurkan,” tuturnya.
Public Expose itu pada akhirnya adalah cermin perjalanan sekaligus janji untuk masa depan. Acara ini menjadi pengingat bahwa amanah harus dijaga, dampak harus diperluas, dan kepedulian harus sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Penyunting: Agus ID