Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | TAPANULI TENGAH – Dua bulan pascabencana melanda kawasan Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kehidupan para penyintas belum sepenuhnya pulih. Keterbatasan pangan dan kebutuhan dasar memaksa warga yang masih bertahan di tenda pengungsian untuk menggantungkan harapan pada bantuan dapur umum.
Pemenuhan gizi masih menjadi kendala utama. Setelah hampir sepekan hanya mengonsumsi nasi dan mi instan, para pengungsi baru kembali mendapatkan asupan makanan yang lebih layak pada Rabu (4/2/2026). Sajian nasi hangat dengan lauk ayam gulai, sayur rebus, dan sambal terasi menjadi menu yang dinantikan di tengah keterbatasan logistik.
"Ini fakta di lapangan. Makan saja masih susah, apalagi kebutuhan lainnya," ujar Novita Sani, relawan dapur umum. 
Di tengah situasi sulit ini, operasional dapur umum yang memproduksi sedikitnya 1.600 porsi makanan setiap hari mendapat dukungan penuh dari Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (Forkom IJK) Sumatera Selatan dan Forkom IJK Sulawesi Utara. Bantuan dari kedua instansi ini menjadi penopang vital bagi warga yang masih tinggal di tenda-tenda darurat dan belum memiliki kemampuan memasak mandiri. 
"Semoga keadaan ini segera membaik dan kehidupan warga bisa kembali normal," pungkas Novita.
Baca juga: Air Mata dan Harapan di Balik Banjir Tapanuli Tengah
Penyunting: Agus ID